SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

10 Nelayan Terlibat Jaringan Narkoba

  • Reporter:
  • Selasa, 14 Januari 2020 | 11:05
  • Dibaca : 69 kali
10 Nelayan Terlibat Jaringan Narkoba
ilustrasi

NONGSA – Polda Kepri mencatat ada 10 nelayan terlibat kasus narkoba sepanjang tahun 2019 lalu. Termakan bujuk rayu upah besar, nelayan yang mayoritas warga pulau ini terlibat dalam sindikat narkoba, bahkan jaringan narkoba internasional.

Bandar narkoba jaringan internasional terus mencari cara untuk memasok narkoba ke Kepri, baik melalui pelabuhan resmi maupun jalur ilegal. Memanfaatkan nelayan yang biasa melakukan aktivitas hingga ke tengah laut, para bandar lantas membujuk nelayan dengan upah besar untuk membawa narkoba. Nelayan ini dijadikan kurir untuk mengambil narkoba di tengah laut, dan kemudian membawa ke darat untuk diberi kepada calon pembeli.

Upah yang dijanjikan cukup besar, mulai dari Rp25 juta hingga Rp100 juta sekali menyelundupkan narkoba. Uang sejumlah itu sangat besar dibanding didapat mereka dari hasil melaut. Hal ini yang kemudian membuat para nelayan terlibat dalam sindikat narkoba, padahal hukuman yang menanti sangat berat. Mulai dari ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

“Besarnya upah yang dijanjikan bandar narkoba, mereka (nelayan) tidak memikirkan dampak dan hukuman yang akan diterima,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepri Kombes Pol Mudji Supriadi, Senin (13/1).

Dikatakannya bahwa para nelayan yang terlibat ini, tergiur dengan janji manis para bandar sabu. Dengan uang dalam jumlah besar yang diberikan oleh para bandar besar, para nelayan akhirnya masuk ke dalam jaringan bandar narkoba. “Dapat uang banyak, pekerjaan hanya sebagai kurir, padahal ancaman mereka terima tidak sebanding,” ujarnya.

Untuk itu, mantan Wakapolresta Barelang ini mengimbau agar para nelayan tidak tergiur lagi bujuk rayu para bandar sabu. Hal ini lantaran hukumannya yang sangat berat. “Jangan lupakan pekerjaan sebagai nelayan, ingat siapapun terlibat dalam jaringan narkoba terancam hukuman mati,” ujarnya.

Para nelayan ini, menurutnya, sangat tergiur dengan upah yang ditawarkan yang besar. Meski begitu, pihaknya terus menghimbau agar para nelayan dapat berhati hati dan menolak tawaran bandar narkotika ini.

“Kami akan terus melakukan imbauan agar nelayan ini tidak menjadi kurir sabu,” ujarnya.

Misalnya untuk kasus yang melibatkan dua nelayan, yakni Firman dan Asman. Keduanya kedapatan membawa sabu seberat 19,25 kilogram yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Kepri di Pulau Mantang, Bintan pada 23 Desember 2019 lalu.

Menurut pengakuan kedua nelayan ini, mereka dijanjikan upah sebesar Rp 100 juta, apabila berhasil membawa narkoba tersebut ke Kualatungkal, Jambi. Nahasnya aksi mereka terendus polisi, dan saat ini polisi sedang melakukan pengejaran terhadap seseorang berinisial MS yang berperan sebagai perekrut.

“Kami sedang kejar, namun kami pastikan MS ini akan berhenti sementara merekrut nelayan di sekitaran Bintan,” kata Mudji. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com