SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

100 Hari Kerja Lukita, Dapat Respons Positif Pengusaha

100 Hari Kerja Lukita, Dapat Respons Positif Pengusaha
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyalami Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

BATAM – Asosisai Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri menilai pergantian di struktur pimpinan BP Batam oleh DK PBPB Batam, Oktober lalu sangat tepat. Hal itu bisa dilihat banyaknya gebrakan yang dilakukan oleh pimpinan baru BP Batam untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Ketua Apindo Kepri Cahya memberikan apresiasi yang tinggi karena DK menempatkan orang yang benar-benar kompeten di bidangnya. Pihaknya menilai 100 hari kinerja pimpinan BP Batam sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam waktu yang sangat singkat banyak perubahan yang memang sejalan apa yang diinginan pelaku usaha.

“100 hari pimpinan BP Batam, kita merasakan sebuah angin segar untuk perekonomian Batam,” kata Cahya, Minggu (28/1/2018).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, kinerja Lukita bersama Deputi lainnya sangat baik. Mereka mulai bekerja dengan membuka komunikasi dengan semua pihak. Menurut dia, dengan komunikasi yang sudah terjalin menjadi modal utama dalam melakukan pembenahan dan pembangunan Kota Batam lebih baik lagi.

“Saya tidak melihat 100 hari kerjanya. Jika cara kepemiminan seperti ini terus dilakukan saya yakin akan membawa dampak yang baik,” kata Jadi, Minggu (28/1/2018).

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Batam Achyar Arfan menambahkan, keterbukaan komunikasi yang telah dilakukan Lukita bersama pimpinan BP lainnya adalah peletakan dasar yang sangat penting pembangunan Batam ke depan. Menurut dia, landasan yang sudah ditanam itu harus segera ditindaklanjuti dengan baik seperti meningkatkan kemudahan percepatan investasi dengan fasilitas online agar memudahakan dalam pengurusan izin berinvestasi.

“Komunikasi dengan stakeholder seperti pemerintahan kota dan provinsi serta pengusaha agar dijaga dan terus ditingkatkan. Mesti bergerak terus,” kata Achyar.

Sementara Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing mengatakan, banyak hal yang sudah dilakukan Lukita beserta 5 Deputi, salah satunya pembatasan impor garam industri. Pemerintah akan impor garam sebanyak 3,7 juta ton karena produksi garam dalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan industri. Sementara, industri dalam negeri terus berkembang. Hal itu membuat kebutuhan garam industri semakin meningkat.

“Beliau sangat responsif dan bahkan langsung menindaklanjuti dengan Kementerian Perdagangan dan lembaga yang terkait di pemerintah pusat,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com