SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

100 Pendeta Dibekali Pelatihan

  • Reporter:
  • Rabu, 11 Juli 2018 | 15:27
  • Dibaca : 66 kali
100 Pendeta Dibekali Pelatihan
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberi sambutan saat pembukaan Pelatihan Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB) di aula Kantor Wali Kota, Batam Centre, Selasa (9/7). /humas pemko batam

BATAM KOTA – Sedikitnya 100 pendeta mengikuti Pelatihan Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB) di aula Kantor Wali Kota Batam, Selasa (9/7/2018). Pelatihan digelar dua hari dengan menghadirkan tiga narasumber lokal dan dari Jakarta.

Ketua IPMB Pendeta Fresly Sihombing mengapresiasi Pemerintah Kota Batam atas pelatihan yang digelar bagi para pendeta. Dan pendeta di Batam akan tetap setia, menjaga, dan mengikuti arahan Pemko Batam.

“Kiranya melalui pelatihan ini kami selalu dapat disegarkan. Kiranya tuhan memberkati kita semua,” ujar dia, kemarin.

Pada kesempatan tersebut Fresly juga menyampaikan beberapa keluhan dan masukan bagi Pemko Batam. Menurutnya pihak gereja merasa resah melihat anak-anak remaja yang menghabiskan waktu di warung internet sampai larut malam. Ia berharap pemerintah turun tangan untuk menertibkan ini.

Selain itu, ia juga menyampaikan harapan tentang perekonomian Kota Batam. Menurut Fresly banyak jemaat gerejanya yang sudah pulang kampung dan tidak kembali ke Batam. Hal ini terjadi karena perekonomian yang lesu.

“Kami hanya bisa menyampaikan untuk sabar, tenang, memotivasi untuk buat usaha. Kami dari kalangan gereja juga membina usaha kecil. Beberapa hari lalu ada pelatihan dari provinsi, ada sebagian dari kalangan pendeta yang mengikuti,” tutur dia.

Dan kepada Pemko Batam serta Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Fresly menyarankan untuk membuat kegiatan silaturahmi antar pemuka agama. Khususnya di masa-masa menjelang pemilu seperti sekarang.

“Mungkin bisa mengurangi tensi politik yang berkembang dan tercipta kedamaian,” kata Fresly.

Kepala Kantor Kemenag Batam Erizal Abdullah mengamini rencana tersebut. Ia membenarkan bahwa Batam bisa maju karena umat beragamanya bersatu. Dan ini harus dipertahankan selalu.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Ia mengatakan pertemuan antar pemuka agama tersebut akan dilaksanakan bulan depan. “Bisa kita ambil momen Hari Kemerdekaan untuk silaturahmi,” kata dia.

Amsakar mengatakan Batam sudah ditetapkan untuk menjadi bandar dunia madani. Konsep madani itu menurutnya yang paling tepat di Batam. Karena selama ini masyarakat Batam telah menjalin kebersamaan dalam keberagaman.

Pada tahap implementasi, Batam yang sebenarnya kota metropolis, beranda terdepan wilayah barat dalam hubungan Indonesia dengan internasional, tapi umat di Batam luar biasa taat menjalankan ibadah agamanya. Pada berbagai kesempatan kegiatan keagamaan, selalu dipadati umat beragama.

“Pada saat saya keliling 25 Desember, gereja membludak, acara Pesparawi di Temenggung penuh, imlek di Nagoya penuh, kita buat acara ustadz Abdul Somad umat muslim membeludak, MTQ ramai. Artinya visi madani ini sudah implementatif, sudah terlaksana di tingkat akar rumput, tingkat jemaah,” sebutnya.

Dia menilai indikator itu menggembirakan karena teori mengatakan ketika suatu kota menuju kota modern, tercabut dari spiritualitas. “Tapi di Batam menurut saya, dia bisa berjalan seiring. Kota modern ternyata tidak mengabaikan spiritual. Itu semua tidak terlepas dari peran bapak ibu pendeta,” sambung Amsakar. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com