SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

11.660 Pekerja Terpapar Narkoba

  • Reporter:
  • Selasa, 12 Februari 2019 | 15:12
  • Dibaca : 81 kali
11.660 Pekerja Terpapar Narkoba
Ilustrasi /Agung Dedi Lazuardi

BATUAJI – Kota Batam menjadi salah satu pintu masuk dan wilayah peredaran narkoba terbesar di Indonesia. Selain daerah transit masuknya narkoba dari luar negeri, seperti Malaysia, Batam juga daerah peredaran narkoba. Pengguna narkoba tertinggi, salah satunya kalangan pekerja.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan, hasil survei bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2018 lalu, 16.660 ribu pekerja di Batam sudah terpapar penyalahgunaan narkoba. “Survei kami lakukan itu se-Kepri, untuk Batam ada 11.660 pekerja sudah terpapar narkoba,” ujarnya saat mengukuhkan Satgas Anti Narkoba di PT Mitra Energi Batam (MEB), jalan Trans Barelang Tembesi, Senin (11/2).

Richard mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PT MEB. Apa lagi dari beberapa perusahaan yang telah membuat hal serupa, PT. MEB merupakan yang paling lengkap.
“Kontribusi PT MEB ini sangat kami apresiasi, apalagi pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan peran pemerintah, untuk kejahatan yang luar biasa ini, masyarakat harus ikut berperan serta,” ujarnya.

Presiden Direktur PT MEB, Widodo Budi Nugroho mengatakan, pembentukan satgas narkoba merupakan komitmen utama, karena perusahaan yang menyalurkan gas untuk kebutuhan listrik kota Batam harus ditangani dengan karyawan yang prima, tentunya jauh dari narkoba.

“Produkai kami sekitar 50 persen dari kebutuhan Batam. Peran kami sangat penting. Untuk memastikan itu maka karyawan harus dalam kondisi sehat dan juga prima yang tidak terpapar narkoba,” katanya.

Menurut dia, pencegahan dan sosialisasi narkoba semenjak 2016 memang sudah menjadi prioritas utama perusahaan. Bahkan, perusahaan sering menggelar tes urine bagi 250 karyawan bekerja sama dengan BNN Kepri.

“Uji tes bagi seluruh karyawan kami buat dengan jadwal yang dirahasiakan, jika memang kedapatan terpapar narkoba maka akan diberikan sanksi yang sangat berat,” kata Budi.

Ia berharap, satgas yang dibentuk mampu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan tentang bahaya narkoba, tak hanya di lingkungan perusahaan satgas narkoba juga mampu memberikan pemahaman di lingkungan tempatnya tinggal.

“Selain di perusahaan, ke depan kami berharap bisa meberikan sosialisasi kembali masyarakat mungkin di wilayah-wilayah CSR kami,” ujarnya. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com