SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

128.430 Warga Kepri Miskin

128.430 Warga Kepri Miskin
ilustrasi.

BATAM – Ada 128.430 penduduk miskin di Kepri per September 2017. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah penduduk miskin di perkotaan meningkat, tapi menurun di perdesaan. Pemerintah harus bekerja keras menekan angka kemiskinan.

Di usia 60 tahun, Holis bersama suaminya Parman masih harus banting tulang. Setiap hari, dia mencari barang bekas di kawasan Tanjungsengkuang dan Batumerah, Batuampar. Barang bekas yang didapatnya dibawanya ke rumah untuk disortir kembali kemudian baru dijual.

Rumah yang berukuran 4 × 6 meter yang berada Sengkuang Dalam, Tanjungsengkuang, Batuampar menjadi tempat Holis tinggal. Dinding rumah dari bata tak tersentuh cat. Lantai beralaskan tikar. Tempat tidur, dapur, dan tempat makan menyatu dalam satu ruangan. Hanya ada satu sekat, sepetak ruangan kecil sebagai kamar mandi.

Televisi berbentuk tabung keluaran lawas menemani keduanya ketika mengerjakan aktivitas di rumah.”Beginilah keadaan rumah say. Enggak ada barang mewah di sini, lemari juga enggak ada. Pakaian diletakkan sembarang saja,” ujar Holis, Minggu (8/4/2018).

Pengahasilannya sebagai pemulung itu, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan, seperti membeli beras, serta lauk pauk untuk makan dari pagi hingga malam. Kemudian kebutuhan, seperti pakaiannya mengharapkan imbalan dari orang.

Parman, suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, namun kerjaan tersebut jarang dilakukan karena harus menunggu panggilan orang memintanya bekerja. Jika tak ada orang yang memanfaatkan jasanya, Parman juga ikut memulung.

“Penghasilan bersih dari memulung hanya Rp50 ribu sehari, uangnya langsung dibelanjakan minimal untuk beli beras,” kata dia.

Saat ini, Holis mengaku tak ada bantuan yang diberikan dari pemerintah, baik berupa beras, sembako lainnya. Kemudian Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga tak diterimanya. Ia berharap, ada bantuan dari pemerintah.

“Dulu pernah dapat bantuan Raskin, tapi sekarang tak ada bantuan lagi dari pemerintah,” terang dia.

Keluarga Holis hanyalah satu dari puluhan ribu penduduk Batam yang masuk kategori miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat jumlah penduduk miskin di Batam mengalami peningkatan. Tahun 2017 lalu jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sebanyak 61.160 jiwa atau sebesar 4,81 persen, sedangkan di tahun 2016 sebanyak 57.290 jiwa atau 4,61 persen.

Angka Kemiskinan di Kepri

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Panusunan Siregar mengungkapkan bahwa pada bulan September tahun 2017 lalu, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Provinsi Kepri mencapai 128.430 orang.

“Jumlah tersebut naik sebesar 3.060 orang miskin, dibanding pada bulan Maret di tahun yang sama yang baru mencapai sebanyak 125.370 orang,” kata Panusunan.

Jumlah penduduk misikin ini terbagi dua, pertama persentase penduduk miskin di daerah perkotaan, pada Maret 2017 lalu jumlah penduduk miskin di perkotaan sebesar 5,20 persen, naik menjadi 5,39 persen pada September 2017.

“Di mana, sebelumnya jumlah penduduk miskin di perkotaan pada bulan Maret ada sebanyak 91.490 orang, dan naik menjadi 96.920 orang di bulan September 2017. Artinya ada kenaikan sebanyak 5.280 orang penduduk miskin di perkotaan di Kepri ini dan ini karena disebabkan banyknya pengangguran karena terdampak PHK dan lain sebaginnya,” ujar dia.

Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar 10,92 persen, menjadi 10,49 persen pada September 2017. Di mana, sebelumnya jumlah penduduk misikin di perdesaan ini mencapai 33.880 orang turun menjadi 31.660 orang.

“Artinya jumlah kemiskinan di perdesaan ada penurunan sebanyak 2.220 orang,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com