SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan

  • Reporter:
  • Senin, 13 Mei 2019 | 09:40
  • Dibaca : 137 kali
13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan
Penenggalaman Kapal Ikan Asing di perairan Natuna, Sabtu (10/5). Pemerintah menenggelamkan total 13 kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia. /sholeh ariyanto

NATUNA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudji Astuti memimpin penenggelaman Kapal Ikan Asing di perairan Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Sabtu (10/5). Kegiatan pemusanahan KIA ini diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Natuna dan Satgas 115.

Kegiatan pemusanahan KIA ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah. Di Natuna sendiri pemerintah menenggelamkan 7 unit KIA, di Pontianak 3 KIA dan di Belawan 3 KIA sehingga total KIA yang ditenggelamkan dalam waktu bersamaan sebanyak 13 unit.

Pada kesempatan itu, Menteri Susi menekankan kepada seluruh instansi terkait agar kompak menjaga laut. Ia menyebutkan, panjang laut Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia, sementara tindakan illegal fishing di perairan Natuna masih kerap terjadi.

“Dengan wilayah perairan yang begitu luas dan tingkat kerawanan tindak pidana illegal fishing yang masih cukup tinggi, maka tak mungkin bisa dijaga bila instansi pemerintahan tidak kompak,” tegas Menteri Susie meberikan penekanan.

Ia menegaskan, seluruh instansi hendaknya tetap berpedoman dan berpegang pada undang-undang yang sudah ada sehingga bila ada pertentangan pendapat, semua pihak bisa secepatnya kembali mengacu kepada peraturan yang sudah ditetapkan.

“Gangguan kemanan di laut merupakan persoalan kita bersama, tidak boleh ada yang saling menyalahkan satu sama lain. Semuanya sudah diatur oleh negara, maka hendaknya kita berpegang teguh pada aturan tersebut,” jelasnya.

Menteri Susi juga mengakui tindakan penenggelaman kapal itu terkesan seram, tapi itu salah satu sikap tegas yang harus diambil oleh Pemerintah RI untuk mencegah dan membasmi tindak pidana illegal fishing di perairan Indonesia.

“Komando penenggelaman kapal ini dipegang oleh Pak Presiden, dan saya di lapang. Sampai saat ini sudah ribuan kapal dengan kasus illegal fishing sudah ditenggelamkan. Ini lah cara terbaik bagi kita dalam mengahadapi tindakan illegal fishing. Negara kita harus disegani orang lain,” tegasnya mengakhiri.

Kepala Kejari Natuna, Juli Isnur dalam sambutanhya menyampaikan, tindakan penenggelaman kapal ini merupakan tugas negara yakni sebagai pelaksanaan Undang-undang nomor 45 tahun 2009 atas perubahan Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Tujuannya adalah memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana illegal fishing.

“Dan ketujuh kapal yang dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan hari ini merupakan hasil tangkapan dari TNI AL, PSDKP dan Polairud,” ujarnya.

Hadir pada acara itu sejumlah pimpinan FKPD, tokoh masyarakat dan tiga orang duta besar negara sahabat yakni Duta Besar Swedia, Armenia dan Polandia. sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com