SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

149 Kg Barang Ilegal Dimusnahkan

  • Reporter:
  • Jumat, 14 September 2018 | 12:13
  • Dibaca : 66 kali
149 Kg Barang Ilegal Dimusnahkan
Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang saat memusnahkan barang sitaan hewan dan tumbuhan di kantornya Jalan RE Martadinata, Kijang Lama, Km 6, Tanjungpinang F Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang memusnahkan barang tangkapan berupa komiditi hewan dan tumbuhan seberat 149,18 Kilogram (kg), di kantornya Jalan RE Martadinata, Kijang Lama, Km 6, Tanjungpinang, Kamis (13/9/2018).

Barang tegahan itu disita dari penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Donni Muksydayan mengatakan, pbarang tegahan itu disita dari penumpang asal Singapura, Malaysia dan China yang masuk ke Tanjungpinang. Barang yang dimusnahkan adalah hewan seberat 104,18 kg terdiri dari daging sapi, babi, ayam, bebek, telur, dan produk hewan lainnya, kemudian komiditi tumbuhan seberat 45 kg terdiri dari beras, buah mangga, rambutan, bawang merah, dan sayuran segar.

“Dimusnahkan karena tidak dilaporkan dan tidak dilengkapi persyaratan karantina saat masuk ke Tanjungpinang. Barangnya sebagaian dari Singapura, Malaysia, dan China,” kata Donni usai pemusnahan.

Donni menuturkan, upaya-upaya penegahan harus diperkuat karena Kepri adalah terasnya Indonesia. Dengan kondisi geogarifis ini dapat memudahkan barang-barang ilegal masuk ke Indonesia.

“Kita sedang gencarkan penguatan pengawasan agar barang-barang ilegal tak masuk ke Tanjungpinang,” kata dia.

Menurutnya, jika barang-barang yang masuk tidak ditegah maka risikonya sangat besar, ditakutkan banyak masuk penyakit berasal dari hewan dan tumbuhan dari daerah asal yang tidak ada di Indonesia.

“Barangnya dimusnahkan agar tidak menyebarkan penyakit,” ujar dia.

Donni menyebut jika pengawasan tak diperketat, barang-barang itu akan menyebar ke Sumatera dan Jawa. Untuk itu, penguatan pengawasan bertujuan mencegah penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan, serta memberikan efek jera kepada pemilik barang.

“Kalau barangnya bebas masuk akan menyebar ke mana-mana, kita ingin masyarakat mengetahui peraturan karantina,” ujar Donni.

Saat ini, kata Donni, barang yang paling dicegah masuk ke Tanjungpinang adalah unggas dari Malaysia. Sebab, di Malaysia sekarang ini tersebar virus flu burung. Karantina juga akan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam meningkatkan pengawasan.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com