SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

16.000 Pekerja Pengguna Narkoba

  • Reporter:
  • Jumat, 28 Juni 2019 | 14:48
  • Dibaca : 132 kali
16.000 Pekerja Pengguna Narkoba
Ilustrasi foto SINDO BATAM

NONGSA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mencatat ada sekitar 16.000 pekerja di Batam terlibat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan BNN bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 2018 di 16 kota se-Indonesia, salah satunya Batam.

“Saat itu fokus survei kami adalah pengaruh narkoba di lingkungan pekerja, pelajar, dan rumah tangga,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan di Tanjungpinang, Selasa (25/6).

Selain itu, kata dia, pada 2016 lalu BNN bersama Universitas Indonesia (UI) juga melakukan survei terhadap jumlah penyalahguna narkoba di Kepri secara umum. Hasilnya ada sekitar 26.540 warga Kepulauan Riau yang terlibat barang haram itu.

“Provinsi Kepri menyumbang 1,7 persen penyalahguna narkoba secara nasional, yang jumlahnya mencapai 4 juta orang,” ujarnya.

Menurut Nainggolan, saat ini Indonesia tengah darurat narkoba karena hampir seluruh daerah tidak ada lagi yang terbebas dari narkoba.

Pengaruh narkoba juga sudah berhasil masuk ke berbagai kalangan masyarakat, hingga berpotensi merusak kemajuan, daya saing serta masa depan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, BNN akan terus berupaya menekan pengaruh narkoba ke semua lini kehidupan masyarakat mulai dari melakukan penyuluhan di lingkungan keluarga, melakukan rehabilitasi terhadap pecandu atau penyalahguna narkoba, serta bertindak tegas terhadap para sindikat pengedar narkoba.

“Pemberian hukuman mati kepada pengedar itu sudah konstitusional,” kata Richard. ant/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com