SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

16 Napi di Batam Terima Remisi Hari Waisak

16 Napi di Batam Terima Remisi Hari Waisak
Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi), Suwarno memimpin sembahyang perayaan Waisak di Lapas.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Batam memberikan remisi atau pemotongan masa tahanan kepada 16 narapidana dalam perayaan Hari Raya Waisak 2561 BE. Remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 15 hari sampi 60 hari. Sedangkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Batam, ada tiga narapidana yang mendapatkan remisi waisak dengan mendapatkan potongan 15 hari masa tahanan.

Pemotongan masa tahanan tersebut sesuai surat keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manuasia (HAM) bagi para warga binaan yang menganut agama Buddha di seluruh lapas Indonesia. Untuk mendapatkan remisi, warga binaan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai undang-undang yang ada seperti berkelakuan baik dan tidak melanggar tata tertib lapas satu tahun terakhir.

Kepala Seksi Pembinaan dan Penindakan Lapas Kelas II A Batam, Rommy menuturkan, ada 71 warga binaan yang menganut agama Buddha dan kami mengajukan 25 orang untuk mendapatkan remisi. “Namun hanya 16 yang mendapatkan remisi tahun ini,” ujarnya.

Dari 16 warga binaan yang mendapat remisi, 11 di antaranya adalah napi kasus biasa, satu napi Remisi Khusus (RK) PP 28 dan empat napi RK PP 99. Dia berharap kepada seluruh napi yang mendapatkan remisi agar terus semangat dan berkelakuan baik sampai nanti kembali ke masyarakat luar. Sementara untuk napi yang belum mendapatkan remisi, harus terus bersemangat dalam berbuat baik. “Kami ucapkan selamat pada napi yang mendapatkan remisi Cipta Kasih Penjaga Kebhinekaan. Ini bisa menjadi awal yang baik untuk mereka,” kata Rommy.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Asmin Patros mengatakan, remisi adalah hak bagi warga binaan sebagaimana persyaratan dan ketentuan yang ada di undang-undang. “Dengan adanya remisi, kami berharap jangan ada teman-teman yang ingin kembali lagi ke sini,” kata politisi Partai Golkar itu.

Asmin berharap warga binaan yang mendapat remisi kembali lagi ke proses jalan yang benar, melalui pendidikan keagamanaan.

Usai pemberian remisi kepada warga binaan, agenda dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan untuk mengingat peristiwa penting dalam agama Buddha. Mulai dari Pangeran Sidharta menjadi Buddha. Kemudian dilanjutkan pencapaian penerangan sempurna Buddha.

“Remisi Waisak ini salah satu motivasi mereka untuk meningkatkan diri kepada tuhan. Begitu mereka keluar bisa berguna di masyarakat,” kata Pembina Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi), Suwarno.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com