SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

19 Rumah Hangus Terbakar

  • Reporter:
  • Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:40
  • Dibaca : 92 kali
19 Rumah Hangus Terbakar
Warga melihat rumah yang ludes terbakar dalam peristiwa kebakaran di pemukiman liar RT 04/RW 03 Tiban I, Jumat (19/10). f agung dedi lazuardi

SEKUPANG – Kebakaran hebat melanda pemukiman liar RT 04/RW 03 Tiban I, Jumat (19/10) pagi. Meski tak ada korban jiwa, kobaran api menghanguskan 19 rumah. Dugaan sementara, api berasal dari kompor gas di salah satu warga.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) atau 57 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka rata dengan tanah. Salah seorang warga yang biasa disapa Bu De mengaku tak bisa menyelamatkan barang-barang di rumahnya. Kebakaran terjadi begitu cepat dan menghanguskan belasan rumah di kawasan padat penduduk tersebut.

Bu De yang kala itu tengah beraktivitas di dapur tersentak kaget dan berusaha menyelamatkan diri ketika seluruh warga berteriak-teriak kebakaran. Dalam kepanikannya, ia keluar dari dalam rumah tanpa membawa satu barang apapun. “Semua habis bang, gak ada lagi yang tersisa. Rumah anak saya juga ludes terbakar,” ujarnya sambil mengusap mata.

Wanita paruh baya ini adalah satu dari sekian korban yang kehilangan rumah dalam peristiwa kebakaran ini. Meski demikian, ia pasrah dan ikhlas atas bencana yang telah menimpa keluarga dan lingkungannya itu. Menurut Bu De kejadian tersebut merupakan kehendak yang kuasa untuk mengingatkan manusia. “Padahal gak ada angin, tapi apinya cepat sekali membesar. Alhamdulillah kami masih diberi kesemalatan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO BATAM, peristiwa kebakaran pertama kalinya diketahui warga bernama Derlina. Saat baru terbangun dari tidur, dirinya melihat asap yang sudah mengepul dari belakang rumah tetangganya Murni Learida Purba. Seketika ia pun langsung membangunkan suaminya, Saroha.

“Saya langsung bangunkan suami, setelah itu suami saya langsung berteriak memberitahukan kepada warga bahwa ada kebakaran,” ujarnya.

Senada juga disampaikan oleh Sismona, tetangga yang tepat berada di sebelah rumah Murni Learida Purba. Wanita asal Pasaman itu bercerita saat dia ingin memasak di dapur, dirinya melihat api yang sudah mulai membesar di plafon sebelah rumahnya. Dalam kepanikan, Sismona langsung membangunkan sang suami M Arif Harahap yang masih tertidur.

“Suami juga langsung teriak memberitahukan warga,” ujarnya.

Warga yang panik lantas sibuk menyelamatkan barang mereka masing-masing. Mereka juga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tak lama berselang, lima unit mobil pemadam kebakaran dari BP Batam dan Pemko Batam datang ke lokasi kejadian. Setelah bersusah payah, petugas dan warga berhasil memadamkan api satu jam kemudian. Namun 19 rumah hangus terbakar dalam peristiwa ini.

“Dugaan sementara api berasal dari rumah Murni Learida purba. Penyebab kebakaran masih selidiki, dugaanya dari kompor gas dan listrik,” kata Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji. Petugas Polsek Lubukbaja dan Tim Inafis Satreskrim Polresta Barelang melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Prioritaskan Pengurusan Dokumen Kependudukan

Kebakaran yang menghabiskan 19 rumah di Ruli Tiban 1 menuai simpatik dari masyarakat Batam. Pasca kebakaran berbagai bantuan dari warga terus mengalir, mulai dari makanan, pakaian, kebutuhan bayi, serta sembako. Camat Sekupang M Arman mengatakan, pemerintah langsung menurunkan berbagai bantuan bagi para korban kebakaran.

“Sesuai arahan pimpinan, yang paling utama ialah mengevakuasi seluruh korban dan dicarikan tempat yang layak dan nyaman. Pemerintah langsung menurukan dapur umum dan tenda,” ujarnya.

Tak hanya itu, Arman juga memprioritaskan dokumen-dokumen kependudukan milik para korban yang hangus terbakar. “Data dari RT sudah saya pegang, mungkin besok sudah bisa dikerjakan karena mereka mau mengurus dokumen-dokumen lainnya,” kata Arman.

Pihaknya akan selalu berkordinasi dengan RT-RW untuk memenuhi kebutuhan korban kebakaran, meskipun begitu ia turut berterima kasih kepada seluruh tim evakuasi yang sejak pagi masih berada dilokasi. “Kami akan terus berada di sini untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan korban,” ujarnya.

Tim Labfor Mulai Olah TKP

Sementara itu, Polresta Barelang menerjunkan tim laboraturium forensik (Labfor) Medan melakukan olah TKP kebakaran di Ponpes dan Panti Asuhan Aljabar, Bengkong.
“Hari ini (kemarin), tim Labfor dari Medan melakukan pemeriksaan guna mengetahui sumber api,” kata Kapolsek Bengkong Iptu Erdinal melalui Kanit Reskrim Bengkong Iptu Ikhtiar Nazara.

Tim Labfor melakukan pemeriksaan sejak pukul 16.30. Pemeriksaan, lanjutnya, bisa saja selesai di hari yang sama ataupun berlanjut di hari berikutnya. “Kami tidak tahu berapa lama proses pemeriksaan ini. Karena, informasi apa yang harus digali,” ujarnya.

Pantauan KORAN SINDO BATAM, tim Labfor yang berjumlah 2 orang melakukan pemeriksaan di salah satu ruangan yang sudah hangus terbakar. Pemeriksaan setiap benda-benda yang tersisa dilakukan guna mendapatkan petunjuk. Tim juga menyisiri ruangan lainnya untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dibutuhkan.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Aljabar, Muhammad Fitra Nugraha mengatakan, kebakaran yang terjadi menghanguskan dokumen penting Yayasan dan panti asuhan Aljabar, dan tidak meninggalkan sedikitpun untuk diselamatkan.

Setelah berkoordinasi dengan Camat Bengkong dan Kepala Kementerian Agama, dokumen penting yang terbakar nantinya akan dibantu pengurusannya agar para guru dan siswa mendapatkan kembali dokumennya. “Pak Camat nanti akan memberikan bantuan kepengurusan ijazah maupun dokumen yayasan,” ujarnya.

agung dedi lazuardi/aini lestari/romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com