SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

190 Petugas Pengumpul Database di Tanjungpinang Dikukuhkan

  • Reporter:
  • Rabu, 26 April 2017 | 10:03
  • Dibaca : 638 kali
190 Petugas Pengumpul Database di Tanjungpinang Dikukuhkan
Wali Kota Tanjungpinang mengukuhkan petugas data base di Aula Gedung PKK Tanjungpinang, Senggarang, Selasa (25/4).

PINANG KOTA – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengukuhkan 190 petugas pengumpul data, verifikator dan koordinator penyusunan database kesejahteraan sosial Kota Tanjungpinang di Aula Gedung PKK Tanjungpinang, Senggarang, Selasa (25/4).

“Kegiatan ini untuk membangun sistem data sosial yang valid, terpadu, terintegrasi dan dinamis, serta untuk merubah data administrasi sebelumnya,” kata Lis, kemarin.

Menurut dia, selama ini untuk program kesejahteraan sosial mengacu kepada data-data BPS, sedangkan data BPS selalu mundur dua tahun. Sehingga selalu ada perbedaan data dengan jumlah di lapangan. “Petugas pengumpul data, verifikator dan koordinator ini nantinya akan mensinergikan data kami dengan data BPS,” ujar Lis.

Dia mengatakan, dari data yang dikumpul petugas data base kesejahteraan sosial diharapkan dapat diketahui jumlah masyarakat mapan dan belum mapan. Standar kemapanan diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan hidup. Pihaknya mengharapkan petugas pengumpul data, verifikator dan koordinator dapat bekerja sebaik-baiknya, agar pengumupulan data tidak terjadi kesalahan.

Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang Surjadi mengatakan, 190 petugas data base yang dikukuhkan terdiri dari, petugas pengumpul data 152 orang, verifikator 30 orang dan koordinator delapan orang untuk kecamatan. “ Kami merencanakan membuat sistem online untuk pengumpulan data base, sehingga pendataannya lebih cepat dan mudah dalam pendataan,” kata Surjadi.

Menurut dia, dalam pendataan kemiskinan terdapat independen rasio ketergantungan. Misalnya, kepala rumah tangga meninggal, otomatis anak-anaknya tidak memiliki pendapatan lagi.

“Dengan pendataan online nantinya hal ini bisa cepat diupdate, supaya permasalahannya cepat ditangani,” ujar Surjadi.

Dia mengharapkan, data yang dikumpulkan oleh petugas sata base akan disinkronkan dengan data BPS dan disetujui bersama, sehingga tidak ada lagi kesimpangsiuran data kesejahteraan sosial. Data ini nantinya terdapat di keluarahan. Sehingga dapat diketahui, warga yang membutuhkan rehabilitasi rumah, modal usaha dan persoalan masyarakat lainnya. “Targetnya Oktober mendatang pengumpulan data base selesai,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com