SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

2.141 Penghuni Lapas di Kepri Bekas Bandar Narkoba

  • Reporter:
  • Selasa, 6 November 2018 | 11:40
  • Dibaca : 101 kali
2.141 Penghuni Lapas di Kepri Bekas Bandar Narkoba
Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum-HAM Kepri, D Handoko (kedua dari kiri) saat memaparkan capaian kinerja lembaganya, kemarin. /novel m sinaga

BINTAN – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Kepri mencatat sebanyak 2.141 penghuni lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Kepri adalah bekas bandar narkoba.

“Dominasi atau jumlah warga binaan yang terjerat dalam kasus narkotika menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi kami memberi pembinaan kepada para warga binaan terhindar dari narkotika,” ujar Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum-HAM Kepri D Handoko dalam konferensi pers capaian kinerja se-Kepri, kemarin.

Dia mencatat jumlah warga binaan yang berada di Rutan dan Lapas yang ada di Kepri sebanyak 4.563 orang. Tahanan sebanyak 1.013 dan narapidana sebanyak 3.550. Dari jumlah itu, didominasi oleh warga binaan yang terjerat oleh kasus narkotika yakni sebanyak 2.800 atau mencapai 60 persen.

Kemudian, dari 2.800 warga binaan yang terjerat kasus narkotika, sebanyak 2.141 orang warga binaan merupakan bekas bandar narkoba yang divonis oleh pengadilan.

“Tentu jika mantan Bandar memiliki jaringan yang banyak di luar. Sehingga perlu pembinaan yang ekstra yang terus kami lakukan memutus mata rantai jaringan-jaringan ini yang didukung dengan kerjasama dengan semua pihak untuk menjadikan rutan dan lapas bebas dari narkotika,” papar Handoko.

Ia melanjutkan, di Kepri sendiri sudah memiliki Lapas Khusus Narkotika yakni Lapas Narkotika kelas II Tanjungpinang yang berlokasi di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Lapas Khusus Narkotika ini sudah memiliki fasilitas yang lebih ketat untuk pencegahan peredaran narkotika di dalam lapas.

Seperti, Ruang Jenguk warga binaan yang dibatasi oleh Kaca. Mesin x-ray yang memiliki standar mesin x ray Bandara. Namun, belum bisa seluruh warga Bintaan yang terjerat kasus narkotika di tempatkan disini, sehingga masih ada warga binaan yang terjerat kasus narkotika di Rutan dan Lapas umum.

“Ini juga masih menjadi kendala, karena SDM tentu masih kurang. Dan jika mantan bandar-bandar itu disatukan disini, tentu mereka pun semakin kuat. Namun tetap kita pilah-pilah, agar ke depannya warga binaan yang terjerat narkotika akan ditempatkan di Lapas Khusus ini, dengan pembenahan peningkatan infrastruktur dan SDM yang cukup kedepannya,” pungkasnya.

Handoko menegaskan jika pihaknya konsisten memerangi narkoba di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di wilayah Kepri guna mewujudkan rutan dan lapas bebas narkoba.

“Kami tidak ada pandang bulu, mau itu melibatkan oknum pegawai, pejabat berpangkat tinggi dan juga warga binaan tidak kita lindungi, dan langsung kami serahkan ke penegak hukum jika ada keterlibatan, dengan pemberian sanksi yang tegas,” ujar Handoko.

Ia mencontohkan, tidak lama ini, pihaknya dengan tegas telah memecat salah satu pegawai Lapas Batam yang terlibat dalam peredaran narkoba di Lapas Batam. Tidak butuh waktu lama yang bersangkutan telah dipecat dan diproses secara hukum. Berbagai upaya pencegahan juga terus dilakukan saban hari baik itu inspeksi mendadak dan razia serta patroli rutin oleh petugas rutan dan lapas dan juga petugas yang langsung turun dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kepri ke setiap Rutan dan Lapas yang ada di Kepri.

“Kordinasi dan kerjasama semakin ditingkatkan antar instansi terkait seperti Kepolisian baik dari tingkat Polda dan tingkat Polres, serta pihak BNNP dan BNNK untuk bersama-sama memerangi natkoba yang ada di Rutan dan Lapas,” terangnya. novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com