SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

20 Rumah di Tanjungriau Diterjang Puting Beliung

20 Rumah di Tanjungriau Diterjang Puting Beliung
Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat meninjau 20 Rumah di Tanjungriau Diterjang Puting Beliung, beberapa waktu lalu.

SEKUPANG – Angin puting beliung menerjang pemukiman warga di Tanjungriau, Senin (1/5) sekira pukul 10.15. Sebanyak 20 rumah rusak akibat diterpa pusaran angin yang berasal dari arah laut tersebut.

Data yang dihimpun dari Pemko Batam, ada sembilan rumah mengalami rusak parah, delapan rusak sedang dan empat rusak ringan. Tak hanya bagian atap rumah saja yang terangkat, namun dinding rumah panggung di atas laut yang terbuat dari papan dan triplek dibawa terbang angin. “Kami masih terus mendata akibat bencana angin puting beliung ini,” kata Kepala Bagian Humas dan Setdako Batam Ardiwinata di lokasi kejadian.

Salah seorang warga yang rumahnya mengalami rusak berat, Muhammad Rusdy mengatakan, angin puting beliung sudah terlihat sejak pukul 10.00. Awalnya hanya ada angin kencang yang bertiup di sekitar pantai.

Berselang 15 menit kemudian, Rusdy mulai khawatir. Dia keluar menuju teras rumahnya yang menghadap ke arah laut. Rudsy kaget melihat ada pusaran angin tak jauh dari teras rumahnya. Tak berselang lama, pusaran angin itu menyedot air laut hingga naik ke atas. Meski tak bisa memprediksi tinggi pusaran air, namun angin tersebut punya daya rusak yang tinggi. “Air laut berbuih putih. Teman saya sampai tak bisa bergerak karena kaget,” ujarnya.

Pusaran air dan angin langsung bergerak menuju pemukiman warga yang mayoritas bangunan berada di pinggir laut. Rumah Rusdy terkena dampak yang cukup besar. Isi rumahnya berterbangan, sementara atap rumah habis dibawa angin. “Adik dan anak ada di dalam rumah. Mereka pucat ketakutan. Alhamdullilah tak ada korban jiwa,” kata Rusdy sembari mengusap dada.

Terjangan angin kencang juga merusak rumah warga lainnya. Kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga berat. Mereka yang mengalami rusak ringan ada yang hanya satu atap terbang terbawa angin. Sedangkan rusak parah membuat seisi rumah terbang dan berantakan.

Bencana angin puting beliung yang melanda Tanjungriau menyita perhatian Wali Kota Batam Muhammad Rudi beserta Wakil Wali Kota Amsakar Achmad yang langsung terjun ke lokasi kejadian. Mereka juga berbincang-bincang dan menenangkan warga yang menjadi korban. “Alhamdulillah tak ada korban jiwa,” kata Rudi.

Wali Kota belum bisa memprediksi kerugian materil yang diderita warga. Namun Pemko akan menerjunkan sejumlah bantuan, terutama makanan kepada para korban. Selain itu, Pemko Juga akan memberikan bantuan untuk memperbaikan rumah yang rusak. “Bantuannya dari dana darurat. Karena kalau dianggarkan dari RTLH, baru tahun depan bisa keluar,” kata Rudi.

Dia menerjunan sejumlah tim untuk menghitung berapa bantuan yang akan diberikan. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat akan memberikan bantuan makanan kepada warga. “Masih dihitung berapa persisnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Hasyimah mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan makanan selama 3 hari berturut-turut. “Yang paling utama itu makanan. Kami akan salurkan makanan jadi,” kata istri anggota DPRD asal Kepri, Nyat Kadir itu.

Sementara bantuan lain berupa baju atau keperluan pribadi belum akan disalurkan. Demikian juga tenda bencana. Pasalnya, sebagian besar korban masih mempunyai keluarga yang tinggal di daerah tersebut, sehingga mereka masih bisa tinggal menumpang di rumah-rumah keluarganya.

Ardiwinata menambahkan, estimasi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana puting beliung mencapai Rp700 juta. “Data itu sementara karena akan terus bertambah. Kami masih menghitung,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Philip Mustamu mengatakan, kondisi cuaca di Batam saat ini mulai memasuki masa pancaroba menyebabkan aktivitas awan cumulonimbus sangat dominan. “Aktivitas awan cumulonimbus meningkat disertai dengan turunan petir dan angin kencang,” ujarnya.

Kondisi itu diprediksi akan terus terjadi hingga dua bulan kedepan, dimana hujan yang turun hanya bersifat temporal dan lokal. Masyarakat diimbau berhati-hati apabila melihat awan hitam pekat dan menjulang tinggi, karena dapat menghasilkan hujan lebat tiba-tiba disertai petir serta angin kencang.

Sebelumnya, hujan deras dan cuaca buruk yang melanda Batam memakan korban jiwa. Didik (19) pemuda asal Jombang, Jawa Timur tewas setelah tertimpa pohon tua yang disambar petir di Jalan Hang Tuah, Batam Centre atau persisnya di sebelah SPBU Bandara, Minggu, (23/4) sekitar pukul 11.00.

Saat itu korban bersama sembilan rekannya hendak berpergian ke Pantai Nongsa. Sembari menunggu hujan reda, mereke berteduh di pondok yang juga menjadi tempat mereka bekerja. Tiba-tiba petir menghantam pohon di lokasi mereka berteduh. Pohon tersebut tumbang dan menimpa Didik beserta teman-temannya. Nahas bagi Didik, lelaki yang baru sebulan di Batam tersebut tak bisa mengelak dan menghantam kepalanya.

sarma haratua siregar/muhammad arief rachman

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com