SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

200 Personel Bakamla Latihan Militer di Setokok

  • Reporter:
  • Rabu, 6 Februari 2019 | 13:16
  • Dibaca : 225 kali
200 Personel Bakamla Latihan Militer di Setokok
CPNS Bakamla mengikuti latihan dasar paramiliter Bakamla Angkatan VI Bakamla di Korps Marinir TNI AL Batalyon Infanteri 10 Satrya Bumi Yudha (SBY), Setokok, Selasa (5/2). f chandra pratama

GALANG – Sebanyak 200 lulusan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Bakamla seluruh Indonesia melaksanakan latihan dasar paramiliter Bakamla Angkatan VI Bakamla di Korps Marinir TNI AL Batalyon Infanteri 10 Satrya Bumi Yudha (SBY), Setokok, Selasa (5/2).

Lulusan CPNS Bakamla 2018 akan mengikuti Diklatsarmil selama 3 bulan, terhitung 200 personel siap untuk melaksanakan tugas, mengenyam pendidikan di Yonif 10 marinir/SBY.

Kepala Bakamla Laksdya TNI Taufiqul Rohman mengungkapkan, pada latihan dasar paramiliter ini tugas penting dan mendasar yang harus dilakukan, yaitu mendidik personel Bakamla untuk menjadi paramiliter, juga dibentuk menjadi komponen cadangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Bakamla tidak hanya berperan sebagai komponen cadangan, namun Bakamla mempunyai peran penting dalam penegakan hukum di laut di masa datang. Melalui pendidikan dan latihan dasar militer ini bisa terbentuk sosok paramiliter matra laut yang punya pola pikir yang bagus, pola tindak, dan pola sikap, serta kultur yang diwujudkan dalam bentuk naluri kesiapsiagaan dan perjuangan tinggi, dan nantinya menjadi personel paramiliter yang setara dengan institusi coast guard negara-negara lain.

Pelatihan dasar militer ini berfungsi sebagai coast guard indonesia. Coast guard ini secara universal punya tugas maritime security, maritime safety dan defense, dalam situasi perang akan berada di bawah kendali angkatan laut.

“Oleh karena itu dalam pendidikan Bakamla akan dekat dengan angkatan laut, karena sifat lingkungan operasi sama, dalam hal pelaksanaan tugas dekat dengan kepolisian, disiapkan menjadi paramiliter,” katanya.

Danyonif 10 Mar/SBY Letkol Mar Rino Rianto menjelaskan, pada prinsipnya pihaknya diberikan kepercayaan untuk melatih dasar militer untuk keprajuritan, bagi personel Bakamla yang baru.

“Jadi mereka itu adalah aparatur sipil negara yang memang belum memiliki pendidikan dasar militer, dan di sini kami membekali mereka,” ujarnya.

Latihan dasar yang akan dilaksanakan adalah teori praktis, kemudian ada aplikasi di lapangan, dan untuk jumlah pelatih disiapkan 60 personel pelatih, mulai dari pelatih yang ada di kelas maupun yang ada di lapangan. Totalnya ada sekitar 60 personel.

“Kalau mereka nanti pada dasarnya akan mengawaki kapal, pada akhir kegiatan latihan itu mereka akan dilatih untuk menjadi awak kapal sehingga profesional seperti yang diharapkan,” kata Rino. cr1

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com