SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

200 Warga Tanjungpinang Terjangkit DBD, Dua Orang Meninggal Sepanjang 2019

  • Reporter:
  • Kamis, 27 Juni 2019 | 09:38
  • Dibaca : 71 kali
200 Warga Tanjungpinang Terjangkit DBD, Dua Orang Meninggal Sepanjang 2019
ilustrasi

PINANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat ada 200 kasus warga Tanjungpinang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun ini. Bahkan dua orang di antara korban sudah meninggal dunia.

“Kasus DBD di Tanjungpinang sekitar 200 kasus, sudah dua orang anak-anak meninggal dunia,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah Tanjungpinang, Rabu (26/6).

Rustam mengatakan, daerah yang paling banyak terpapar penyakit menular ini di Kelurahan Pinang Kencana, Batu Sembilan dan Air Raja karena padat penduduk, serta kelurahan lainnya di Tanjungpinang. Korban yang paling banyak terkena penyakit ini rata-rara anak-anak, remaja dan orang dewasa. “Kita terus berupaya dalam menekan jumlah korban DBD dengan mensosialisasikan ke masyarakat,” katanya.

Untuk menghindari serangan DBD ini, kata dia, masyarakat harus giat menguras bak mandi, menutup penampungan air dan memanfaatkan barang-barang bekas. Artinya, lingkungan tempat tinggal warga harus tetap bersih. “Bila perlu bak mandinya setiap hari dikuras, kalau tidak sekali semingu. Jangan ada barang-barang menjadi tempat nyamuk bertelur,” ujar Rustam.

Menurut dia, penyakit DBD disebabkan infeksi virus dengue yang menular akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk menekaan jumlah korban penyakit DBD, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinkes Tanjungpinang berupaya menanggulangi penyakit DBD dengan menggelar kegiatan Gerakan Bersama Berantas Jentik Nyamuk Aedes dan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program ini diharapkan mampu mengurangi korban jiwa akibat penyakit menular tersebut. “Kita terus berupaya melakukan inovasi dengan melakukan program dan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat terkait pemberantasan jentik nyamuk,” katanya.

Menurut Rustam, tren penyakit DBD saat ini telah berubah karena penyakit ini bukan lagi menyerang kalangan anak-anak, melainkan korbannya orang dewasa. Lanjut, kata Rustam, gerakan berantas jentik ini dilaksanakan berbagai elemen masyarakat. Adapun elemen masyarakat yang berpartisipasi dalam gerakan tersebut antara lain relawan PMI, Pramuka Saka Bakti Husada, Kader Posyandu, kader jumantik, kader PKK, Forum RW dan RT, mahasiswa Stikes Hang Tuah, mahasiswa Poltekkes, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Babinsa, Babinkamtibmas, Dinkes Kesehatan dan Puskesmas serta warga. Elemen masyarakat yang berperan serta terjun langsung secara door to door dari rumah ke rumah melakukan pemeriksaan jentik, memberikan bubuk abate sekaligus melakukan edukasi kepada keluarga keluarga yang dikunjungi. “Tentunya kita harapkan gerakan basmi jentik nyamuk ini efektif untuk mengurangi korban dan penularan kepada masyarakat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan, seluruh wilayah di Kota Tanjungpinang mempunyai risiko untuk terjangkit penyakit DBD karena virus dengue dan nyamuk penularnya tersebar luas baik di rumah maupun di tempat umum.

“Untuk itu kita mencegah penyakit ini dan diperlukan peran serta masyarakat dalam membasmi jentik nyamuk penularnya dimulai dari rumah sendiri dengan gerakan satu rumah satu jumantik,” kata Rahma.

Rahma menjelaskan sampai sekarang upaya pemberantasan DBD belum memberikan hasil yang optimal sehingga penyakit ini masih menjadi permasalahan kesehatan di sebagian besar kelurahan di Tanjungpinang. Rahma mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemantauan dan pembasmian jentik nyamuk. “Mari secara serentak kita laksanakan pemantaum dan pembasmian jentik nyamuk di lingkungan masing-masing secara terkoordinir,” katanya.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com