SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

26 Ribu Anak Tak Tertampung, Disdik Minta Dukungan Sekolah Swasta

26 Ribu Anak Tak Tertampung, Disdik Minta Dukungan Sekolah Swasta
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

SEKUPANG – Keterbatasan ruang kelas menjadi kendala sekolah negeri, baik SD maupun SMP dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dinas Pendidikan (Disdik) Batam berharap peran sekolah swasta menerima siswa yang tak tertampung di sekolah negeri.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Batam, Hernowo mengatakan, daya tampung SD dan SMP negeri masih jauh dari jumlah peserta didik. Tahun ini, SD dan SMP negeri hanya mampu menampung kurang dari separuh calon peserta didik yang ada. “Sejumlah sekolah harus melakukan 2 shift. Bahkan untuk SD, harus disambung sore untuk kelas 3 SD,” ujarnya, Rabu (17/5).

Berdasarkan data Disdik Batam, jumlah lulusan TK dan PAUD yang akan masuk SD tahun ini mencapai 25 ribu siswa. Namun daya tampung 93 SD negeri di kecamatan perkotaan hanya mampu menampung 10.944 siswa. “Ada 14 ribu siswa yang masuk SD tak tertampung di sekolah negeri,” kata Hernowo.

Adapun perincian Rencana Daya Tampung (RDT) SD negeri di kecamatan perkotaan, yakni Bengkong menampung 1.512 siswa, Nongsa 972 siswa, Sagulung 2.736 siswa, Seibeduk mampu menampung 972 siswa, Batuaji 1.008 siswa, Lubukbaja 864 siswa, Sekupang 1.512 siswa, Batam Kota 1.332 siswa dan Batuampar 504 siswa.

Dari data tersebut diketahui, sekitar 14 ribu calon peserta didik lulusan PAUD dan TK tak tertampung di SD Negeri. Belum termasuk calon peserta didik yang tak mengikuti jenjang pendidikan PAUD atau TK.

Kendati demikian, dia mengaku tak khawatir. Pasalnya, kebanyakan calon peserta didik lulusan PAUD atau TK lebih memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta ketimbang sekolah negeri. “Karena TK atau PAUD-nya sudah swasta, biasanya lebih memilih melanjutkan ke sekolah swasta juga,” ujarnya.

Disdik lebih mengkhawatirkan adalah calon pesera didik SMP. Berdasarkan data ada 20.051 siswa SD yang lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke SMP. Namun daya tampung 39 SMP negeri hanya 7.920 siswa.

RDT SMP negeri di sejumlah kecamatan, antara lain Batuaji 900 siswa, Belakangpadang 180 siswa, Bengkong 468 siswa, Nongsa 576 siswa, Sagulung 1.620 siswa, Batam Kota 1.872 siswa. Dengan demikian, ada 12.131 calon peserta didik SMP tak tertampung di sekolah negeri. “Kami juga kekurangan banyak raungan kelas. Bisa-bisa untuk SMP jadi 40-an siswa satu kelas. Untuk SMP kurang 124 ruang kelas,” katanya.

Peran sekolah swasta menjadi strategis di tengah kondisi ini. Sekolah swasta diharapkan mampu menyerap seluruh peserta didik yang tak tertampung di sekolah ngeri. Saat ini ada sekitar 626 SD swasta dan 712 SMP Swasta di Batam.

“Mereka pasti cukup untuk menampung siswa yang tak tertampung di sekolah negeri. Banyak juga yang sudah mengurus surat pindah, untuk melanjutkan pendidikan di luar Batam,” kata Hernowo.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Aman menegaskan, kuota sekolah negeri harus dibagi dengan bijaksana. Dia juga menekankan, sekolah negeri harus menyediakan tempat bagi peserta didik yang kurang mampu.

“Tidak boleh ada anak usia sekolah yang tak bisa sekolah hanya karena alasan ekonomi. Ini tanggungjawab pemerintah menyediakan pendidikan yang layak bagi warga kurang mampu,” kata Aman.

Dari pembahasan LKPJ Walikota tahun 2016 silam diketahui, masih banyak peserta didik yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Siswa tak mampu ini tak tertampung di sekolah negeri, akhirnya harus masuk ke sekolah swasta. Namun di tengah jalan, mereka tak mampu melanjutkan pendidikan karena biaya sekolah yang tinggi.

Ada pula yang putus sekolah karena tak tertampung di sekolah negeri di dekat rumahnya. Jarak rumah yang jauh dari sekolah membuat biaya transportasi menjadi mahal. Apalagi bila siswa itu tinggal di wilayah yang akses kendaraannya sulit, atau tak punya kendaraan pribadi. “Karena tak mampu bayar ongkos, akhirnya dia putus sekolah juga,” ujarnya.

Menurut dia, persentase bagi siswa kurang mampu di sekolah negeri harus dikaji ulang. Pemerintah daerah harus memberikan porsi lebih besar kepada siswa tidak mampu untuk mengecap pendidikan di sekolah negeri. “Sekarang kan hanya 5 persen. Di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif, persentasenya harus naik,” katanya.

Bagi siswa mampu tak masuk ke sekolah negeri asih punya pilihan ke sekolah swasta. “Tapi siswa yang kurang mampu, pilihannya terbatas,” kata Aman.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com