SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

3 Santri Hidayatullah Toapaya Terima Beasiswa ke Turki

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Juni 2017 | 12:26
  • Dibaca : 235 kali
3 Santri Hidayatullah Toapaya Terima Beasiswa ke Turki
Lurah Toapaya Asri Arif Sumarsono dan Camat Toapaya Riang Anggraini berbincang dengan tiga santri yang mendapat beasiswa ke Turki, di Ponpes Hidayatullah, Toapaya, Bintan, Selasa (6/6). M ROFIK

BINTAN – Abu Sofyan (16), Muhammad Sofyan Safari (15) dan Ali Murtadhlo (14), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah KM 27 Kecamatan Toapaya, lolos seleksi mendapatkan beasiswa pendidikan jenjang S1 di Yayasan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) Turki. Sebelum ke Turki, ketiga santri asal Tanjungpinang ini akan lebih dulu dibina di Ponpes Sulaimanaih Medan selama dua tahun.

“Anak-anak ini akan berangkat ke Medan melalui Batam untuk menjalani pembinaan selama dua tahun sebelum ke Turki. Tapi karena mereka pembinaannya di cabang dari UICCI Turki di Indonesia, biasanya akan dinilai sejak masa pembinaan,” kata Ustadz Meidy, pimpinan Ponpes Hidayatullah di Toapaya, Selasa (6/6).

Meidy mengatakan, selama menjalani pendidikan di Ponpes Sulaimanaih Medan, ketiga santri ini akan diajarkan bagaimana bertutur bahasa Turki, Arab serta Inggris. Para santri juga diajarkan mengenai adat istiadat Turki serta pemantapan hafalan/tahfizul Quran masing-masing santri.

“Setelah dua tahun di Medan, mereka akan menjalani pendidikan sejenjang kuliah di UICCI Turki selama 4 tahun, kemudian setelah lulus mereka akan magang selama satu tahun di beberapa negara, baru pulang ke Indonesia dan magang setahun lagi baru bisa pulang ke Bintan lagi. Mereka ini Insya Allah calon ulama besar,” ujar Meidy.

Ia mengaku bangga dengan prestasi tiga santrinya tersebut. Kepri mendapat kuota 10 orang untuk ikut seleksi beasiswa ke Turki, dan ketiga santrinya lolos seleksi. Santri lain berasal dari Ponpes Bintan Madani dan dari Batam dan daerah lainnya.

Muhammad Sofyan Safari mengaku senang sekaligus sedih karena harus terpisah dengan orang tua, guru serta teman-temannya di pondok. Namun ia bangga karena bisa mewakili pemondokannya sekaligus Bintan untuk dipercaya mendalami ilmu agama di kampus ternama di Turki tersebut.

“Nanti kalau kangen, bisa pinjam handphone dengan ustadz- nya di sana (pemondokan) buat telepon orang tua atau guru di sini,” katanya.

Al Mushawwir (20), guru yang biasa mengajarkan santri untuk menghafal Alquran juga mengaku senang bisa membagi ilmunya kepada para santri di Ponpes Hidayatullah. Metode yang digunakannya, para santri dituntut bisa menghafal lafaz Alquran paling sedikit satu hari satu lembar Alquran. Jumlah ayatnya tak ditentukan. Namun setelah diminta menghafal, pada saat usai salat subuh, Mushawwir akan menagih hafalan tersebut kepada psra santri.

“Kalau santri tidak hafal, maka akan dilipatgandakan tugas menghafalnya. Sanksi lain adalah membersihkan kebun atau mesjid,” katanya.

Kepergian tiga santri tersebut dilepas Camat Toapaya Riang Anggraini dan Lurah Toapaya Asri Arief Sumarsono, yang disaksikan para orang tua murid dan santri lainnya. Beasiswa yang diselenggaran oleh Yayasan UICCI Turki bekerja sama dengan Kementrian Agama ini, menarik 10 santri terbaik dalam hafalan Alquran se-Kepri untuk mengeyam pendidikan di Turki.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com