SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

300 Ribu Benih Lobster Kembali Dilepaskan

  • Reporter:
  • Jumat, 22 Maret 2019 | 15:11
  • Dibaca : 164 kali
300 Ribu Benih Lobster Kembali Dilepaskan

NATUNA – Sekitar 300 ribu benih lobster hasil tangkapan Fleet One Quick Respons (F1QR) atau Reaksi Cepat Koarmada I Lanal Batam kembali dilepaskan di perairan sekitar Pulau Senoa Kabupaten Natuna, Kamis (21/3).

Pelepasan benih Lobster dilaksanakan oleh Tim Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP), bersama Pemkab Natuna dan Lanal Ranai. “Lobster itu dibawa ke Natuna menggunakan pesawat Susi Air, dan dikawal oleh Tim Karantina Perikanan dan satu orang Perwira Lanal Batam,” kata Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan. Ia menyebutkan, perairan Pulau Senoa sangat cocok untuk perkembangbiakan udang mahal tersebut. Bahkan Pulau Senoa merupakan salah satu kawasan konservasi di Natuna.

Total bayi lobster sebanyak 36 kotak sterofoam coolbox, 1 kotaknya berisi 43 kantong plastik, 33 kotak sterofoam sama dengan 1.426 kantong plastik jenis pasir sejumlah 295.236 ekor. Kemudian 3 kotak sterofoam lagi yang berisi 57 kantong plastik jenis mutiara sejumlah 9.118 ekor dengan jumlah total keseluruhan 304.354 ekor. “Kalau di estimasikan, itu semua berkisar Rp46 miliar,” katanya.

Sementara Bupati Natuna Hamid Rizal mengimbau kepada seluruh masyarakat Natuna khususnya nelayan untuk bisa menjaga benih lobster yang dilepasliarkan kembali ini. Hal ini agar benih yang dilepasliarkan bisa berkembang biak dan bisa menjadi mata pencaharian masyarakat juga nantinya. “kita meminta kepada masyarakat Natuna untuk bersama-sama menjaga kelestariannya. Karena jika sudah besar nanti dan berkembang biak masyarakat juga yang diuntungkan,” ujar Hamid.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar jangan pernah mencoba menangkap lobster yang ukurannya masih kecil dan sedang bertelur, karena jelas melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Boleh ditangkap, cuma harus paham, mana lobster yang boleh ditangkap, dan mana yang tidak boleh. Kalau memang masih kecil ya jangan diambil, apalagi sedang bertelur,” katanya.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com