SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

339 Juta Kartu Seluler Teregistrasi

  • Reporter:
  • Minggu, 11 Maret 2018 | 14:42
  • Dibaca : 279 kali
339 Juta Kartu Seluler Teregistrasi
Ilustrasi. /DOK KORAN SINDO BATAM

JAKARTA – Sebanyak 339 juta kartu SIM telepon seluler telah teregristasi ulang oleh pemiliknya dengan dukungan data kartu keluarga (KK) dan nomor induk kependudukan (NIK) di kartu tanda penduduk (KTP).

Jumlah tersebut ter hi tung sejak dimulainya re gis trasi pada 31 Oktober 2017 hing ga 10 Maret 2018 ke marin. “Pasti akan bertambah hing ga registrasi ditutup sampai 30 April. Kita optimistis bah wa ini sangat bagus. Ini sisanya tinggal 40-an juta, ini sudah melampaui harapan,” kata staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bidang Hukum Henri Subiakto saat talkshow Polemik MNC Trijaya di Jakarta kemarin.

Henri meminta masyarakat tidak perlu merasa kha wa tir terhadap kemungkinan ke bocoran data.“NIK dan KK itu bentuk cyber security karena tidak semua orang bisa me miliki dua data tersebut, milik orang lain, untuk melakukan pemalsuan. Data tersebut pun dilindungi, bahkan tidak di be rikan kepada operator,” tegasnya.

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Ketut Prihadi pun menegaskan tidak ada penyalahan data ataupun kebocoran data registrasi. Menurut dia, yang beredar di media sosial bukan kebocoran data, tetapi penggunaan data orang lain tanpa hak.

Ketut menjelaskan ada be berapa kemungkinan ter ja di nya penggunaan data yang bu kan semestinya ini karena ti dak ada jaminan ketika ma syarakat menyerahkan data kepada agensi perbankan atau leasing yang akhirnya data-data ini tersebar di internet. Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak dengan mudah menyerahkan data pribadi.

Sementara itu Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrullah memastikan data pengguna registrasi prabayar tersimpan rapi dalam data pusat Kemendagri. Adapun operator seluler hanya men dapatkan NIK dan KK pen daftar registrasi.

Zudan mengatakan data center Kemendagri berada di Riau, Batam. Adanya hoax di media sosial data penduduk disimpan di luar negeri juga tak benar. Seluruh data center penduduk Indonesia saat ini sedang menuju single identity number.

binti mufarida

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com