SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

519 Warga Binaan Tanjungpinang Bisa Nyoblos

  • Reporter:
  • Jumat, 18 Januari 2019 | 13:45
  • Dibaca : 302 kali
519 Warga Binaan Tanjungpinang Bisa Nyoblos
ilustrasi

BINTAN – Gerakan nasional jemput bola KTP Elektronik (e-KTP) yang dilaksankan oleh petugas Disdukcapil Kepri digelar di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang yang berlokasi di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kamis (17/1).

Setelah didata, dari 718 warga binaan yang mendekam di dalam Lapas Narkotika tersebut terdapat sebanyak 519 warga binaan yang berhak memilih pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. Jumlah ini didapat setelah pengurangan warga negara asing (WNA) dan napi yang akan bebas sebelum 17 April mendatang.

“Dari 718 warga binaan kita, setelah dikurangi yang WNA dan warga binaan yang keluar sebelum 17 April, ada 519 warga binaan yang kita usulkan,” ujar Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Misbahuddin.

Ia menambahkan, dari jumlah yang diusulkan tersebut, pihaknya pun meminta agar dalam pemilihan umum nantinya, agar disediakam dua tempat pemungutan suara (TPS) yang didirikan di dalam lapas. Hal ini menyusul jumlah warga binaan yang memenuhi syarat untuk memilih lebih dari 300 orang.

“Kalau 1 TPS maksimal 300 orang, maka kita usulkan untuk dibuat dua TPS,” katanya.

Dalam giat itu, secara simbolis para warga binaan yang didata dituntun oleh petugas untuk melakukan perekaman e-KTP. Sementara, e-KTP yang sudah siap cetak lanjutnya, nantinya akan dipegang oleh pihak Lapas agar pada saat pemilihan dokumen penting itu bisa ditunjukkan kepada petugas TPS. “KTP-el nya kita yang pegang agar tetap aman,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPDDukcapil) Kepri, Sardison mengatakan gerakan nasional ini dilakukan agar seluruh warga binaan bisa memberikan suaranya pada pesta demokrasi lima tahunan yang digelar bulan Apri mendatang.

Se-Kepri kata dia, ada 9 Lapas/Rutan yang disasar program nasional itu. Jumlah warga binaannya pun kata dia, ada 3.000 lebih. “Secara bertahap, karena tidak mungkin diselesaikan dalam waktu tiga hari (17-19 Januari 2019). Makanya kita duluan,” katanya. novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com