SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

55 Nelayan Vietnam Dipulangkan

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Juni 2017 | 11:22
  • Dibaca : 495 kali
55 Nelayan Vietnam Dipulangkan
Polisi Tangkap Kapal Asing Pencuri Ikan. Foto Teguh Prihatna.

ANAMBAS – Otoritas keamanan laut Indonesia memutuskan untuk memulangkan 55 tahanan ilegal fishing yang ditangkap di perairan Anambas setelah tercapainya kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Vietnam.

Tahanan tersebut ditangkap aparat TNI Angkatan Laut sebanyak 34 orang dan Satuan Tugas Sumber Daya Perikanan dan Kelautan (SDKP) sebanyak 21 orang. Mereka berada dalam pengawasan Pangkalan AL Tarempa, Anambas.

Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi mengatakan pemulangan tahanan ke negara asal atau deportasi diputuskan setelah tercapainya kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan kedutaan besar (Kedubes) Vietnam.

“Proses deportasi sedang diurus kedua belah negara,” ujar Johan, kemarin.

Seluruh tahanan itu merupakan anak buah kapal (ABK) yang ditangkap karena menangkap ikan tanpa izin di perairan Indonesia sepanjang setahun terakhir. Semuanya berwarga negara Vietnam.

Otoritas Indonesia akan memulangkan tahanan ini dari Pelabuhan Tarempa menuju Batam dengan Kapal Patroli (KP) Paus dan KP Hiu Macan pada Rabu (7/6). Tahanan bakal dikawal Pomal Lanal Tarempa dah petugas Imigrasi Kelas III Tarempa sampai Vietnam.

Adapun 55 tahanan ini hanya sebagian dari nelayan asing yang ditangkap di Anambas. Lanal Tarempa mencatat masih ada 44 tahanan yang terdiri dari 39 nelayan Vietnam, 3 asal
Malaysia dan 2 asal Thailand.

“Semuanya pelaku ilegal fishing,” sebut Johan.

Johan memastikan semua tahanan ilegal fishing di Anambas dalam keadaan sehat sejak penangkapan hingga proses pemulangan. Di sisi lain, ABK tidak diproses hukum atau bukan tahanan yustisia karena hanya nakhoda yang diproses sampai dijatuhi hukuman sesuai hukum Indonesia.

“Seluruh tahanan di AL dalam keadaan sehat dan normal. Saat ini kita sedang persiapan proses deportasi,” sambung Johan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com