SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

6.400 Warga Dormitori Hanya Bisa Pilih Capres

  • Reporter:
  • Selasa, 12 Februari 2019 | 16:14
  • Dibaca : 77 kali
6.400 Warga Dormitori Hanya Bisa Pilih Capres
ilustrasi

SEIBEDUK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam memfasilitasi 6.400 pekerja yang tinggal di dormitori Kawasan Industri Batamindo tetap mendapatkan hak pilih di Pemilu mendatang. Berdasarkan data, ribuan pekerja ini hanya memiliki KTP daerah asal atau dari luar Batam. Meski mendapatkan hak pilih, mereka hanya bisa memilih untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden.

Anggota KPU Batam Zaki Setiawan mengungkapkan, pihaknya sudah mendatangi dormitori Kawasan Industri Batamindo sejak pekan lalu. KPU Batam telah membuka pos pendaftaran pemilih tambahan untuk para pekerja. Selama pos dibuka, ribuan warga dormitori telah mendaftar.

“Di sana ada sekitar 6.400 orang pemilik KTP luar Batam dan Kepri. Kami ingin mereka tidak kehilangan hak pilih, maka kami datangi. Tapi mereka hanya bisa memilih capres dan cawapres saja nanti,” ujarnya, Senin (11/2).

Menurut dia, penghuni dormitori cukup antusias mendaftar sebagai pemilih tambahan, sehingga KPU Batam membuka dua pos di Blok N dan Q.

“Mereka sangat antusias mendaftar, walau hanya berhak memilih di Pilpres,” katanya.

Setelah diinput dalam pemilih tambahan dengan TPS khusus, KPU Batam akan berkoordinasi dengan KPU di Kabupaten/kota alamat KTP penghuni dormitori. “Nanti kami koordinasikan agar dihapus di KPU di kabupaten/kota asal mereka. Jadi nanti ada keterangan di KPU asal, sudah pindah memilih ke daerah lain,” kata Zaki.

Para pekerja di kawasan industri itu disebutkan, disiapkan TPS khusus, berbasis data pemilih tambahan. TPS itu dimaksudkan untuk pemilih khusus. Namun jumlah TPS khusus, diakuinya belum diketahui jumlahnya.

“Tapi hanya dua TPS yang biasa di Mukakuning. Dua TPS itu untuk pemilih yang KTP Batam. Selebihnya, TPS khusus. Mungkin lebih empat tambahan TPS nanti, karena ada seribuan lebih yang sudah daftar sekarang. Jumlah pastinya masih diimput,” ujarnya.

Kesadaran Caleg Rendah Ungkap Profil

Di sisi lain, terkait keberadaan caleg di Batam, Zaki mengeluhkan kesadaran yang dinilai rendah. Sesuai ketentuan, harusnya semua caleg di DPRD Batam dan Kepri, harusnya mengungkap profilnya ke publik, dengan mengisi form di website KPU.

“Seharusnya semua caleg melengkapi berkas untuk diunggah sendiri,” kata Zaki.

Saat pendaftaran caleg, diakui sistem internet KPU bermasalah. Sehingga unggah berkas dilakukan manual. Selanjutnya KPU meminta untuk selanjutnya diunggah masing-masing caleg ke website KPU pusat. Sehingga semua masyarakat bisa melihat latar belakang setaiap caleg.

“Kami imbau caleg menunggah berkasnya. Kami harapkan itu untuk transparansi dan memudahkan masyarakat mengetahui rekam jejak calon. Memang tidak ada sanksi kalau tidak mengunggah. Tapi minta kesadarannya,” ujarnya. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com