SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

7 Pelaku Prostitusi Online Ditangkap

  • Reporter:
  • Selasa, 27 Februari 2018 | 17:39
  • Dibaca : 371 kali
7 Pelaku Prostitusi Online Ditangkap

MANADO– Tujuh tersangka pelaku prostitusi online ditangkap tim Cyber Crime dan Perbankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut di empat hotel yang tersebar di Manado.

Mereka masing-masing berisinisal S ,20, D, 25, L, 17, A, 20 P, 20, C, 19, dan F, 30. Lima pelaku merupakan perempuan dan dua laki-laki sebagai mucikari atau perantara. Ditreskrimsus Polda Sulut AKBP Iwan Permadi menyatakan, pengungkapan prostitusi online di Manado merupakan hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan Tim Cyber Crime Polda Sulut. “Setelah mendengar informasi adanya prostitusi online di Manado, pihaknya melakukan pendalaman. Ternyata setelah didalami memang beberapa pelaku ternyata aktif,” ungkapnya di hadapan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito dalam siaran pers terkait pengungkapan kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (GKTM) Polda Sulut dan Polresta Manado, Senin (26/2).

Dijelaskan, pada 22 Februari 2018, setelah pihaknya melakukan rapat dan koordinasi melakukan upaya penyamaran (undercover ) sebagai pelanggan. Setelah itu, tim menyusup bersiap mulai dari pukul 16.00 WITA hingga pukul 01.00 dini hari di berbagai tempat. Kemudian pada pukul 16.00 WITA sudah ada beberapa pelaku yang memang online. “Pada pukul 18.00 WITA, ada beberapa pelaku sudah melakukan transaksi. Mereka ada komunikasi antara pelanggan dan pihak kami,” katanya. Setelah sepakat, tim yang kemudian melakukan penyamaran di beberapa tempat dan berhasil melakukan penangkapan.

Dari sejumlah TKP ada beberapa memang sudah ditangkap di beberapa tempat, tepatnya berlokasi di empat hotel di Manado. Sebelumnya, kata dia, tersangka yang ditangkap 12 orang, tapi setelah didalami hanya tujuh yang orang terbukti, sedangkan lima orang lainnya dilepas karena tidak cukup bukti. “Kepastiannya lima perempuan dan dua lakilaki yang bertindak sebagai mucikari atau mediator,” ujarnya. Kepada mereka, menurut Iwan, undang-undang yang dipersangkakan, yaitu lex spesialis UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi, yaitu Pasal 29, Pasal 4, dan Pasal 30. “Yang paling jelas Pasal 4 di situ menawarkan atau mengiklankan, baik secara langsung atau tidak langsung layanan seksual,” ujarnya.

Di tempat sama, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito menjelaskan, transaksi lewat media sosial ternyata sudah kenal para pelaku prostitusi di Sulut. “Jika dulunya transaksi dengan cara manual, sekarang menggunakan media sosial. Ini berhasil diungkap Polda terkait transaksi prostitusi online . Ini akan dicari terus karena ada tim cyber yang terus berpatroli dengan melihat apa yang jadi tren saat ini,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Ibrahim Tompo menambahkan, bukan aplikasinya yang menjadi masalah, tetapi penggunaan aplikasi tersebut yang melanggar batas aturan.

“Di mana batas aturan dilanggar, yaitu pornografi dan undang-undang ITE. Jadi bukan aplikasi yang keliru, tetapi penggunaannya yang tidak tepat dan melanggar batas aturan,” katanya.

Cahya sumirat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com