SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

90.209 Kemasan Kosmetik Ilegal Dimusnahkan

  • Reporter:
  • Jumat, 8 Februari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 81 kali
90.209 Kemasan Kosmetik Ilegal Dimusnahkan
Kepala Kejari Batam Dedie Tri Hariyadi memimpin pemusnahan barang bukti 348 kasus yang berbeda sejak tahun 2017 hingga 2019 di Kantor Kejari Batam, Kamis (7/2). f aini lestari

BATAM KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam memusnahkan 90.209 kemasan kosmetik ilegal karena tidak memiliki izin edar, Kamis (7/2). Puluhan ribu kosmetik kemasan kotak dan botol itu merupakan hasil sitaan dari enam perkara. Banyak di antaranya merupakan kosmetik yang terbuat dari tanaman lidah buaya.

“Pemusnahan ini dilakukan agar barang-barang tersebut tidak digunakan kembali untuk perbuatan pidana,” kata Kepala Kejari Batam, Dedie Tri Hariyadi.

Selain kosmetik, kejaksaan juga memusnahkan 4.313,26 gram sabu dan heroin dari 264 perkara, sebanyak 7.378,5 butir ekstasi, pil dektro dan erimin lima dari sembilan perkara, sebanyak 857,28 gram daun kering ganja dari 21 perkara, serta 32.971 kotak dan botol obat tanpa izin edar dari dua perkara.

Selanjutnya, sebanyak 4.642 unit telepon selular dan aksesorisnya dari tiga perkara, 7 unit mesin permainan dari lima perkara, 97 botol minuman beralkohol dari sembilan perkara tindak pidana ringan, dan 20 dus barang bukti temuan dari 26 perkara.

Dalam pemusnahan itu, Kajari memastikan semua barang bukti masih dalam kondisi disegel seperti saat diserahkan aparat kepolisian ke kejaksaan. Dedie menambahkan pemusnahan ini berasal dari 348 kasus yang berbeda sejak tahun 2017 hingga 2019. “Sesuai dengan KUHAP, jaksa harus melakukan eksekusi memusnahkan barang bukti sesuai dengan amar putusan,” katanya.

Barang bukti yang dimusnahkan, lanjutnya, berasal dari berbagai perkara dalam kurun waktu dua tahun belakangan. Lamanya proses hukum yang berjalan membuat perkara tidak langsung inkracht dikarenakan proses banding hingga kasasi yang dilakukan oleh terdakwa maupun penuntut umum. “Proses hukum banding dan kasasi membutuhkan waktu sehingga barang buktinya bisa dimusnahkan setelah kasusnya dinyatakan inkracht,” ujarnya.

Pantauan SINDO BATAM, pemusnahan dilakukan dengan berbagai cara. Untuk barang bukti narkotika dimusnahkan menggunakan mesin incerenator milik BNNP Kepri. Sedangkan untuk barang bukti handphone, kosmetik dan obat-obatan ilegal dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan alat berat.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut upaya pemusnahan barang bukti dari kasus yang telah berketapan hukum oleh Kejari, apalagi yang berasal dari kasus narkoba.

Ia mengatakan, narkoba dan minuman keras menjadi ancaman bagi pemuda, terutama di daerah perbatasan, seperti Batam yang menjadi pintu masuk peredaran gelap barang haram itu. “Kewajiban kita semua untuk menghentikannya agar tidak terdampak bagi generasi penerus kita,” katanya. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com