SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Agen Elpiji Wajib Lapor

  • Reporter:
  • Senin, 11 November 2019 | 11:41
  • Dibaca : 168 kali
Agen Elpiji Wajib Lapor
Sales Branch Manager Pertamina Kepri William Handoko (baju putih) melakukan sidak pangkalan di Sagulung dan Batuaji, Jumat (8/11). /Iwan Sahputra

BATUAJI – Pertamina memberikan sanksi kepada tiga pangkalan yang menjual gas kepada pengecer di Sagulung dan Batuaji. Langkah itu bertujuan memberikan efek jera dan peringatan kepada agen dan pangkalan gas elpiji tiga kilogram agar mematuhi aturan main yang sudah disepakati.

Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William Handoko mengatakan, pihaknya telah beberapa kali turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan untuk melihat kondisi yang terjadi di lapangan.

“Sudah ada tiga pangkalan di Sagulung dan Batuaji yang sudah kita berikan sanksi. Kami tidak segan-segan mencabut izin kerja sama jika ada yang ada yang bermain-main,” kata William usai melakukan sidak di Sagulung dan Batuaji, pekan lalu.

Pertamina, katanya, sudah memberikan kuota gas melon sekitar 10 ribuan per hari untuk 490 pangkalan di Sagulung dan Batuaji. Jumlah tersebut tergolong besar dibandingkan daerah yang lainnya. Sedangkan kuota seluruh pangkalan di Kota Batam 36.760 tabung per hari.

“Bahkan kami sudah kasih lebih dari jumlah masyarakat di setiap pangkalan. Luar biasa kan. Jadi tidak ada kelangkaan di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini sudah terbentuk satuan tugas (Satgas) yang terdiri dari Pertamina, agen dan pangkalan gas tiga kilogram di Sagulung dan Batuaji. Para agen dan pangkalan setiap hari wajib melaporkan stok gas yang masih tersedia untuk memudahkan pengawasan.

“Satgas ini dibentuk 1 November 2019. Laporan dari pangkalan akan menjadi bahan evaluasi untuk memaksimalkan penyaluran,” katanya.

Dalam sidak tersebut, lanjutnya, Pihaknya juga memberikan bantuan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di Simpang Barelang. Rumah makan tersebut akan diberikan nuansa bright gas mulai dari spanduk, peralatan makan, meja, dinding, menu dan lainnya.

“Mau dikasih nuansa bright gas. Dan juga gas melon miliknya ditukar dengan brigh gas yang non subsidi,” ujarnya.

Pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mampu agar beralih ke bright gas non subsidi. Selain itu, Wiliam juga mengimbau untuk restoran, rumah makan, hotel dan usaha menengah ke atas tidak menggunakan elpiji tiga kilogram. Karena gas melon hanya untuk masyarakat kurang mampu.

“Segera beralihlah. Taubatlah segera. Apalagi kalau sudah pakai mobil yang mewah. Kalau masih gas tiga kilogram, taubatlah segera,” katanya.

Masyarakat juga diminta melaporkan jika ada pangkalan yang menyalahi aturan kepada Pertamina. Di antaranya, menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), menjual gas kepada pengecer dalam jumlah banyak dan lainnya.

“Segera laporkan ke contact centre kami di 135. Kan sekarang juga dibatasin, minimal dua tabung untuk satu KK (kartu keluarga). Kalau ternyata ada mengambil lebih banyak sehingga masyarakat tidak dapat, bisa dilaporkan ke Pertamina melalui contact centre,” katanya. iwan sahputra

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com