SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Air Mata di Pesta Juara

  • Reporter:
  • Selasa, 24 April 2018 | 14:51
  • Dibaca : 141 kali
Air Mata di Pesta Juara

MADRID–Andres Iniesta mengangkat trofi Copa del Rey ke-30 Barcelona setelah mengalahkan Sevilla lima gol tanpa balas di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (24/4).

Dia melakukannya sebagai kapten pada laga tersebut. Tapi, ada duka yang tak bisa disembunyikan dari mata pemain berusia 33 tahun itu. Marca secara detail mem – perlihatkan lewat foto yang diperbesar bagaimana mata one man team tersebut tampak memerah.

Ada air mata yang tak biasa dari pemain yang sudah mendapatkan gelar sepak bola di sepanjang kariernya itu. Setelah laga, matanya kosong sambil memanggul putranya. “Pekan ini saya sampaikan keputusannya. Saya kira sudah jelas. Tapi, kami tetap senang dengan apa yang terjadi sekarang.

Ini momen yang saya tunggu dan saya melakukannya sejak menit pertama,” kata Iniesta, dikutip dari Marca . Memang, belum ada kepastian terkait masa depannya bersama Barca. Tapi, media memprediksi pemain yang sudah mencatatkan penampilan 670 laga bersama Blaugrana itu akan mengakhiri kerja samanya musim ini.

Apalagi, ayahnya, Jose Antonio, mengatakan jika Iniesta ingin pensiun, tahun ini menjadi momen terbaik. “Dia akan membuat keputusan yang sulit. Tapi, kalaupun dia pergi, semua harus menghargai keputusannya,” tutur Antonio, kepada Cadena SER .

Iniesta adalah bagian dari generasi emas tim Katalan di era Pep Guardiola. Jika pemain yang dibesarkan La Masia itu benar mengundurkan diri, berarti starting eleven tim yang memberikan 14 gelar dalam empat musim kepelatihan Guardiola itu tinggal menyisakan tiga pemain: Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Lionel Messi.

Sisanya, Victor Valdes, Carlos Puyol, Mascherano, Dani Alves, Sylvinho, Eric Abidal, Xavi Hernandez, Thierry Henry, Samuel Etoío, Pedro, dan David Viilla sudah meninggalkan klub. “Iniesta menangis karena bahagia. Dia memiliki kontrak seumur hidup dan boleh melakukan apa saja yang diinginkan,” ucap Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu.

Menurutnya, Iniesta adalah bagian dari sejarah Barca karena sudah berada di tim sejak usia 12 tahun. Dia akan memberikan semuanya untuk tim Katalan dan Barca sudah memberikan segalanya untuk kariernya. “Jadi, Anda harus bertanya kepadanya apakah dia akan pergi?” tuturnya.

Iniesta menyumbang satu dari lima gol yang dicetak ke gawang Sevilla pada menit ke- 52. Empat gol lainnya disumbangkan Luis Suarez pada menit ke-14 dan ke-40, Messi (31), dan Philippe Coutinho (69) dari titik penalti. Dua gol Suarez membuat penyerang asal Uruguay tersebut menghilangkan kutukan di Copa del Rey.

Dalam tiga kesempatan, dia gagal mencetak gol pada 2015 saat melawan Athletic Bilbao, kemudian mendapatkan cedera jelang final 2016 dan 2017. Sementara Messi menjadi pemain kedua yang mencetak gol di lima final Copa del Rey, menyamai rekor Telmo Zarra yang dibukukan 68 tahun silam.

Zarra mencetak gol di final Copa del Rey edisi 1942, 1943, 1944, 1945, dan 1950. Sementara Messi, selain tahun ini, dia melakukannya pada saat melawan Athletic Bilbao (2009, 2012, dan 2015) dan Alaves 2017.

Pemain asal Argentina ini hanya tiga kali gagal mencetak gol pada final saat melawan Real Madrid 2011 dan 2014 ser ta menghadapi Sevilla (2016). “Masing-masing kompetisi menawarkan peluang yang berbeda. Kami bermain melawan Sevilla tanpa memikirkan apa yang terjadi sebelumnya,” ungkap Pelatih Barcelona Ernesto Valverde.

Menggantikan Luis Enrique, Copa del Rey menjadi persembahan pertama untuk Barca. Dia masih memiliki kesempatan memberikan trofi Primera Liga yang musim lalu beralih ke Real Madrid. “Kami bermain bagus sejak awal. Sekarang, kami harus memastikan untuk mendapatkan gelar liga,” tandasnya.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com