SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Aktivitas Tambang Bauksit Mulai Ramai

  • Reporter:
  • Kamis, 12 Juli 2018 | 10:01
  • Dibaca : 279 kali
Aktivitas Tambang Bauksit Mulai Ramai
Sejumlah alat berat disiagakan salah satu perusahaan di lokasi tambang bauksit di Sei Enam, Bintan, Senin (9/7). f novel m sinaga

BINTAN – Aktivitas pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan kini mulai ramai. Beberapa lokasi lahan yang mengandung bauksit mulai dilirik banyak pihak untuk dapat dikeruk kembali . Stock field yang selamai ini tertumpuk menjadi gundukan bukit sejak tambang ditutup juga sudah mulai dirapikan para pelaku tambang.

Tidak hanya itu di salah satu lokasi lahan tambang bauksit di Bintan, tepatnya di Sungai Enam Darat tampak gundukan stock field telah disiagakan sejumlah alat berat untuk untuk mempermudahkan stock fild nantinya bisa diangkut ke atas tongkang.

Maraknya lagi aktivitas tambang bauksit ini dimulai sejak salah satu perusahaan pertambangan di Bintan, yakni PT Gunung Bintan Abadi (GBA), perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) dan secara mulus berhasil mengangkut dan mengirimkan biji bauksit sekitar sebulan lalu. Pengiriman ini merupakan pengiriman perdana biji bauksit pascatutupnya tambang bauksit di Kabupaten Bintan, sejak adanya moratorium atau larangan ekspor biji bauksit mentah sekitar Januari 2015 lalu.

Berhasilnya PT GBA mengirimkan biji bauksit miliknya dari lahan bauksit di Tembeling ini tampaknya mulai diikuti oleh perusahaan-peusahaan bauksit lainnya di Kabupaten Bintan. Hal tersebut belajar dari keberhasilan PT GBA yang bisa beroperasi setelah mengantongi IUP OP berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepri nomor 948/KPTS-18/V/2017 tanggal 10 Mei 2017.

Tidak hanya itu, perusahaan pemilik IUP OP ini semakin mudah mengirimkan biji bauksit miliknya sejak perusahaan milik Su Meng Liang (Aliang) ini mendapatkan rekomendasi dari Menteri ESDM dan Mendag RI yang menunjuk PT GBA dapat beroperasi di wilayah Tembeling, Bintan dengan nomor 005/GBA-SGAR/Januari 2018.

Direktur PT GBA Edi Purwanto menyampaikan, dalam setahun pihaknya memperoleh kuota ekspor bauksit sebanyak 1,623 juta ton. “Kami akan lakukan koordinasi yang baik dengan semua pihak,” ujarnya, belum lama ini.

Kesuksesan PT GBA menjalankan aktivitas tambang bauksit ini kemudian mulai diikuti perusahaan-perusahaan lainnya. Penelusuran KORAN SINDO BATAM di salah satu lahan lokasi bauksit di Bintan, tepatnya di daerah Sungai Enam Darat sejumlah gundukan atau stock field biji bauksit sudah tampak mulai dirapikan. Di lokasi lahan juga, sudah tampak sejumlah alat berat yang disiagakan untuk pengerukan dan pengangkutan biji bauksit ke atas kapal tongkang.

Informasi yang dihimpun, stock field bauksit itu merupakan milik PT Lobindo, perusahaan pemilik kuota ekspor biji bauksit dengan masing-masing gundukan milik orang berbeda. “Informasinya bauksit itu punya PT Lobindo. Tetapi untuk setiap titik banyak yang punya, dan dimiliki oleh orang yang berbeda-beda,” ujar warga setempat yang meminta namanya tidak disebutkan.

Aktivitas pertambangan bauksit di lokasi ini diperkuat dari pengakuan warga bahwa akan adanya kompensasi yang nantinya diterima oleh warga atas aktivitas pertambangan. Sejumlah infrastruktur pendukung aktivitas pertambangan pun sudah mulai dikerjakan di antaranya, perbaikan pelabuhan untuk keperluan sandar tongkang dan pembangunan pos penjagaan di areal kawasan tersebut. “Nanti kalau bauksit sudah jalan kami akan terima uang kompensasi. Dalam waktu dekat akan ada kapal yang sandar di pelabuhan,” katanya.

Manajemen PT Lobindo hingga kemarin belum bisa memberikan keterangan terkait aktivitas tambang yang dilakukan perusahaan. Komisaris PT Lobindo, Winarto Liea yang dikonfirmasi terkait lahan dan gundukan biji bauksit di daerah Sungai Enam tak kunjung memberikan jawabn, baik dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat melalui whatsapp juga belum mendapatkan balasan.

Lurah Sei Enam, Indra Gunawan mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima laporan akan adanya aktivitas pertambangan bauksit di daerahnya. Disinggung terkait adanya uang yang diterima oleh warga setempat, Indra menyampaikan di saat adanya perbaikan jalan di sekitar pintu masuk area warga diberikan sejumlah uang yang disebut sebagai ‘uang permisi’. “Bukan kompensasi, tapi saat itu warga yang dilintasi jalan diber uang permisi katanya,” kata Indra.

Pihaknya juga tidak tahu apakah keberadaan alat berat yang ada di lokasi untuk keperluan apa. “Alat berat itu sudah terparkir di sekitar lokasi sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Kepri Amjon mengatakan, sejak diterbitkannya surat edaran dari Dirjen Minerba Nomor 1115.Pm/04/DJB/2016 tentang Penetapan IUP clear and clean (CnC) ke-18 dan Daftar IUP yang dicabut oleh gubernur/bupati/wali kota hanya baru satu perusahaan tambang yang mengikuti aturan main pemerintah untuk mendapatkan IUP lagi. “Baru satu, yaitu PT GBA (Gunung Bintan Abadi) milik Sun Meng Liang alias Aliang yang mengurus IUP,” kata Amjon, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, kalau kelima perusahaan yang sudah tutup buku di antaranya PT Gunung Sion milik Samin, PT Wahana Karya Suksesindo Utama milik Andi Wibowo, PT Tunggal Utama Makmur milik Haji Syafei, PT Bintang Cahaya Terang milik Santoni dan PT Bina Dompak Indah milik Acun. “Sekali lagi, kelima perusahaan itu sudah mengurus untuk kegiatan pasca tambang. Artinya mereka tidak lagi melakukan aktivitas pertambangan,” ujarnya. novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com