SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Amat Tantoso Hirup Udara Bebas, Penangguhan Penahanan Dikabulkan

  • Reporter:
  • Rabu, 22 Mei 2019 | 16:15
  • Dibaca : 285 kali
Amat Tantoso Hirup Udara Bebas, Penangguhan Penahanan Dikabulkan

BATAMKOTA – Amat Tantoso, tersangka kasus penikaman terhadap rekan bisnisnya Hong Koon Cheng di Restoran Wey-Wey kawasan Harbour Bay, Batuampar, Rabu (10/4) silam kini dapat menghirup udara bebas untuk sementara waktu. Pengusaha Batam ini bisa berkumpulkan bersama keluarganya setelag Polresta Barelang mengabulkan penangguhan penahanannya.

Pantauan KORAN SINDO BATAM di Mapolresta Barelang, Amat Tantoso tampak keluar dari mobil putih menggunakan baju kemeja. Ia berjalan dengan langkah cepat menuju ruang Unit I Satreskrim Polresta Barelang. Hampir 30 menit Amat Tantoso melapor ke unit Tipiter.

Saat Amat Tantoso keluar dari ruang penyidik, ia bergegas naik ke mobilnya. Pewarta sempat mengejar namun, ia enggan angkat bicara.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki membenarkan adanya penangguhan penahanan Amat Tantoso diterima penyidik. Diterimanya penangguhan penahanan ini atas pertimbangan yang cukup matang oleh Satreskrim Polresta Barelang.

“Penangguhan penahanan ini merupakan hak dan wewenang dari penyidik berdasarkan berbagai pertimbangan,” ujarnya, Selasa (21/5).

Ia menjelaskan, beberapa dasar pokok pertimbangan penangguhan penahanan Amat Tantoso dianggap kooperatif. Pasalnya, usai melakukan tindak pidana hukum, pelaku menyerahkan diri pada polisi sebagai bentuk pertanggung jawaban.

“Ini terkait banyak orang yang harus diselesaikan (Amat Tantoso) sendiri. Dia ingin menyelesaikan persoalannya dulu dengan orang lain, seperti menyelesaikan gaji karyawannya dan lainnya. Dia dalam permasalahan yang sangat luar biasa,” kata Hengki.

Saat ini, Amat Tantoso menjadi tahanan luar. Ia wajib lapor setiap hari ke Sateeskrim Polresta Barelang. Nur Wafiq Warodat selaku kuasa hukum Amat Tantoso sebelumnya sudah mengajukan penangguhan ini sejak satu bulan yang lalu, Sabtu (20/4). Dalam surat pengajuan penangguhan penahanan ini, Wafiq mengajukan beberapa pertimbangan pada pihak kepolisian agar mengabulkan permintaan tersebut. Di antaranya, Amat Tantoso dinilai cukup kooperatif.

Selain itu, Amat Tantoso juga menyerahkan diri usai melakukan tindak pidana hukum. Dan, Amat Tantoso tidak berupaya melarikan diri dari kasus ini. Amat Tantoso juga berjanji tidak akan melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti. “Dia (Amat Tantoso) dijamin oleh dua orang anaknya,” tutur Hengki.

Diberitakan sebelumnya, Amat Tantoso ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana kriminal. Amat Tantoso menikam pengusaha asal Malaysia, Kelvin Hong lantaran merasa dirugikan miliaran rupiah.

Ceritanya, Kelvin Hong menjalin hubungan asmara dengan Mina, karyawan Amat Tantoso. Lantas Mina dimanfaatkan. Kelvin meminjam uang perusahaan money change Amat Tantoso. Namun utang tersebut tak kunjung dibayar.

Mina menutupi utang Kelvin dengan dengan cara fiktif. Transaksi yang dilakukan oleh nasabah di money changer Amat Tantoso digunakan untuk menutupi utang Kelvin Hong.

Namun akhirnya utang-piutang ini diketahui Amat Tantoso. Amat Tantoso berang. Ia menikam Kelvin Hong dengan sebilah pisau sangkur di pinggang. Dalam kasus penipuan dan penggelapan, polisi sudah menetapkan Mina sebagai tersangka. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com