SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ambisi Guardiola

  • Reporter:
  • Jumat, 11 Mei 2018 | 16:06
  • Dibaca : 82 kali
Ambisi Guardiola

MANCHESTER– Persaingan Liga Primer yang ketat membuat segala sesuatu sulit diprediksi. Itu membuat Pep Guardiola waspada.

Juru taktik asal Spanyol tersebut bertekad mem bangun Manchester City (Man City) menjadi lebih kuat lagi pada musim depan. Guardiola sudah melupakan pesta penahbisan The Citizenssebagai juara Liga Primer untuk kelima kali sepanjang sejarah setelah bermain 0-0 kontra Huddersfield Town di Etihad Stadium, Minggu (6/5). Arsitek kelahiran Santpedor itu sekarang sudah mulai menatap musim depan. Menurut pelatih berusia 47 tahun itu, rivalitas Liga Primer pada musim 2018/2019 bakal jauh lebih berat.

Guardiola tentu tidak asal bicara. Faktanya, selama sembilan musim terakhir, tidak ada yang mampu menguasai Inggris dua kali beruntun. Tim terakhir yang bisa melakukannya adalah Manchester United (2006/ 2007, 2007/2008, dan 2008/2009). “Di Inggris jauh lebih sulit untuk mempertahankan gelar, terutama untuk Man City. Kita melihat musim ini. Untuk memenangkan gelar dua musim berturutturut sangat sulit,” kata Guardiola, dilansir Skysport. Meski demikian, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut justru merasa tertantang.

Dia menilai keberhasilan merengkuh gelar juara musim ini tetap penting guna menaikkan moral dan kepercayaan diri menghadapi tantangan berikutnya. Guardiola sepertinya tidak ingin menutup musim terakhirnya bersama Man City tanpa gelar. Karena itu, dia berharap bisa meraih sukses lebih besar lagi sebelum masa tugasnya habis pada 30 Juni 2019. “Kami sangat senang dengan apa yang telah didapat – kan musim ini. Terpenting adalah kami mempersiap – kan segala sesuatu – nya dengan baik. Kemudian akan terlihat sampai di level mana kami berada (pada musim depan),” ucap Guardiola. Guardiola mengaku cukup puas dengan skuadnya saat ini. Bukan hanya sangat berkualitas, juga memiliki banyak pemain muda.

“Musim lalu, rata-rata pemain kami berusia 31 tahun. Sekarang, kami memiliki banyak pemain berusia 25–26 tahun. Para pemain baru memberikan energi luar biasa. Mereka sangat bagus,” ujarnya Itu sebabnya, Guardiola akan memaksimalkan dua laga tersisa untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan timnya. Dini hari nanti, Man City bakal menjamu Brighton & Hove Albion di Etihad Stadium. Laga itu akan jadi acuan bagi Guardiola untuk menentukan apa kah perlu merekrut wajah baru pada bursa musim panas atau tidak. Kebetulan, Man City juga meng usung misi pres tisius. Jika mampu menga lahkan Brighton, Vincent Kompany dkk berpeluang menorehkan beberapa rekor baru di Liga Primer, yakni sebagai tim terbanyak dalam meraih keme – nangan, mencetak gol, dan poin terbanyak dalam semusim.

“Ini waktu yang tepat untuk menerima kenyataan. Kami cukup terkejut dengan cara kami mengelola fokus. Untuk beberapa alasan, harus diakui bahwa penampilan kami tidak cukup baik saat melawan Huddersfield,” tutur Guardiola. Sementara di kubu lawan, Brighton datang ke Etihad Sta – dium penuh sukacita lantaran telah dipastikan aman dari degradasi. Saat ini, The Seagulls menempati peringkat 14 klasemen sementara Liga Primer dengan 40 poin. Meski mengakui level Man City berada di atas timnya, Pelatih Brighton Chris Hughton menegaskan pasukannya bertekad menghadirkan kejutan seperti saat mengalahkan Setan Merah1-0, Sabtu (5/5).

“Kami ingin menyelesaikan musim ini dengan sebaik mung kin. Kami memiliki dua laga tandang tersulit di pengujung musim. Ini sebuah tantangan besar. Saya pikir tidak ada pemain yang ingin melewat kan pertandingan melawan tim-tim top,” ujar Hughton.

Alimansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com