SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Amsakar Ingatkan Sekolah Tak Bermain di PPDB

Amsakar Ingatkan Sekolah Tak Bermain di PPDB
Ilustrasi Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengingatkan sekolah jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dia tak ingin polemik serupa terulang kembali, mulai dari adanya pungutan masuk sekolah hingga masalah buku lembar kerja siswa (LKS).

Menurut dia, permasalahan pendidikan yang kerap terulang setiap tahun seperti PPDB juga LKS sangat menguras energi, padahal permasalahan ini bisa selesai di tingkat sekolah. “Kami tak ingin lagi mendengar permasalahan serupa tahun ini,” kata Amsakar saat membuka langsung Konferensi Kerja 1 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batam, Kamis (6/4).

Permasalahan ini kerap diterima langsung dalam bentuk laporan dari masyarakat. Dia meminta agar seluruh tenaga pendidik mengikuti aturan yang ada agar permasalahan tak lagi muncul. “Kami (pimpinan) tak mungkin mengakomodir semua persoalan itu-itu saja,” ujarnya.

Hal ini guna mengantisipasi jelang berlangsungnya PPDB beberapa bulan lagi. Beberapa tahun terakhir, dua masalah ini terus mendera dunia pendidikan di Batam.
“Penerimaan siswa baru. Setiap tahun berkecamuk saja,” kata Amsakar.

Meski begitu, Amsakar juga mengingatkan wali murid agar tak memaksakan anak didik untuk sekolah di negeri di tengah keterbatasan yang ada. Tak hanya itu, dia juga mengingatkan pihak sekolah bisa mengikuti aturan yang ada dan tak bermain memanfaatkan peluang PPDB. “Jadi tak ada lagi yang masuk pakai duit,” ujarnya.

RKB Tak Atasi Masalah PPDB
Dinas Pendidikan (Disdik) Batam akan membangun 60 unit ruang kelas baru (RKB) tahun ini. Proyek pembangunan ini guna mengantisipasi membludaknya jumlah siswa dalam PPDB pada tahun ajaran baru 2017/2018 mendatang.

Meski demikian, pembangunan RKB baru ini tak serta merta menyelesaikan permasalahan keterbatasan ruang kelas dan sekolah di Batam. Sebab karena keterbatasan anggaran, Pemko Batam tak bisa membangun sekolah baru tahun ini. Salah satunya, SMPN 56 di Tiban Kampung.

Kepala Dinas Pendidikan Batam Muslim Bidin mengatakan, sekolah yang berada di kawasan padat penduduk itu masih akan tetap menumpang. Meski begitu, pendaftaran siswa baru tak boleh dihentikan. Untuk sementara SMPN 56 tetap menumpang di gedung serbaguna Tiban Kampung untuk kelas VII dan kelas VIII di SDN 010 Sekupang sampai ada anggaran untuk pembangunan sekolah baru. “Kami akan cari alternatif lain untuk anak-anak tetap bisa belajar,” ujarnya, belum lama ini.

SMPN 56 sebenarnya sudah memiliki alokasi lahan, tepatnya di samping SDN 010 Sekupang. Namun pembangunan sekolah tersebut terhenti dan baru sampai pada tahapan pemasangan pondasi.

Tahun ini Disdik fokus terhadap pembangunan RKB. Ada 60 RKB dibangun tahun ini. Dari jumlah tersebut 30 di antaranya untuk SD, dan 30 lainnya untuk SMP. Pembangunan tersebar hampir di seluruh kecamatan kecuali di hinterland. Sumber dana yang digunakan untuk pembangunan RKB berasal dari APBD murni dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dari APBD sebesar Rp3,1 miliar, sedangkan dari DAK sekitar Rp5 miliar. “RKB yang paling banyak dibangun di Kecamatan Seibeduk,” kata Muslim.

SMKN 5 Siapkan 14 Lokal
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Batam di Sagulung menyiapkan 14 lokal untuk PPDB tahun ini. Setiap kelasnya, nanti terdiri dari 36 siswa. Kesiapan ini sudah dilakukan pihak sekolah karena SMKN 5 merupakan salah satu sekolah favorit.

Setiap tahunnya sekolah yang menjadi fokus bidang perkapalan itu selalu diserbu ribuan calon siswa. “Tahun ajaran baru nanti memang belum dipastikan berapa jumlah pasti daya tampungnya. Karena belum ada arahan dari Disdik Kepri,” kata Kepala SMKN 5 Batam, Agus Syahrir.

SMKN 5 selalu diburu siswa SMP untuk melanjutkan pendidikan mereka. Pasalnya sekolah tersebut istimewa karena fokus pada bidang perkapalan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di Kota Batam.

Dari informasi yang diterima, pada PPDB tahun ajaran 2016/2017 lalu di SMKN 5, calon siswa yang mendaftar mencapai seribuan lebih. Namun karena kekurangan lokal atau daya tampung yang terbatas, sekolah hanya terima sekitar 400 siswa saja.

fadhil/muhammad arief

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com