SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Anak di Bawah Umur Dijadikan PSK

  • Reporter:
  • Selasa, 5 November 2019 | 09:40
  • Dibaca : 92 kali
Anak di Bawah Umur Dijadikan PSK
Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono memberi keterangan ke media saat mengekspos kasus TPPO di Mapolres Karimun, Senin (4/11). /ERNIS HUTABARAT

KARIMUN – Polisi menggerebek sebuah rumah di kawasan Vila Kabupaten Karimun, September lalu. Hasilnya ada 26 perempuan di bawah umur yang dijadikan PSK ikut diamankan. Dan belum lama ini, ada tambahan satu anak berisial AR (16) yang juga diamankan.

Selain mengamankan AR, polisi juga mengamankan MU, mucikari, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam praktiknya, MU alias Pendek mendapat imbalan setengah dari harga bookingan. Adapun Ar dipekerjakan menjadi PSK dengan imbalan Rp500 ribu hingga Rp1 juta sekali booking.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono. Ia pengungkapan, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan adanya dugaan TPPO yang melibatkan anak di bawah umur. Setelah dipastikan, pihaknya bersama anggota langsung bergerak menuju Vila Garden Nomor 9 Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing.

“Kita amankan satu orang, dan kita jadikan sebagai tersangka berinisial MU. Dia diduga memperkerjakan anak di bawah umur sebagai PSK,” kata Herie di Mapolres Karimun, Senin (4/11).

Herie menjelaskan, dalam praktiknya Ar setiap mendapat bookingan, Pendek mendapatkan keuntungan sebesar setengah dari harga bookingan. “Sistemnya bagi hasil sebesar 50 persen setiap kali ada bookingan,” tambahnya.

Herie menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk peran pengrekrut. Di mana dari informasi yang didapatkan Ar telah dipekerjakan sejak Agustus lalu dan direkrut dari kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

“Identitas pengrekrut sudah kita kantongi dan kita sedang menyelidiki sejauh mana perannya. Jadi lagi kita dalami,” katanya.

Dikatakan juga, orang tua Ar tidak mengetahui bahwa anaknya dijadikan sebagai PSK. Sepengetahuan orang tua Ar anak hanya diketahui bekerja di Kabupaten Karimun.

“Orang tuanya tidak tahu kalau korban dipekerjakan sebagai Psk di sini,” katanya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta.

Selain itu, tersangka juga dikenakan pasal 88 Jo pasal 76i UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp200 juta.

Polisi berhasil menyita sejumlah alat bukti di antaranya alat kontrasepi, uang tunai diduga hasil bookingan dan buku catatan.

ernis hutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com