SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Anambas dan Lingga Krisis Air Bersih

  • Reporter:
  • Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:11
  • Dibaca : 121 kali
Anambas dan Lingga Krisis Air Bersih
Warga Anambas membawa jeriken untuk mengambil air bersih, Minggu (18/8). /JHON MUNTHE

ANAMBAS – Warga Kabupaten Kepulauan Anambas kini kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah setempat berupaya menyuplai air dengan mengerahkan armada pengangkut air bersih untuk diberikan ke warganya.

“Saat ini sudah ada dua kendaraan bak terbuka muatan sekitar 2 ton air. Dua mobil tersebut setidaknya 5 trip satu hari untuk mengisi bak air penampungan yang telah disediakan,” kata Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Minggu (18/8).

Wan juga menambahkan, dari tempat penampungan itulah masyarakat mengambil dengan cara menggunakan jeriken. Kondisi kemarau yang panjang membuat debit air berkurang. “Ini musim kemarau, apalagi daerah kita ini kepulauan tentu susah mencari sumber air. Ini sudah menjadi atensi kita. Makanya program pembangunan embung di setiap desa kita sampaikan. Hal ini untuk menjaga agar kebutuhan air ini terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Wan, saat ini sudah ada empat titik penampungan air yang setiap harinya diisi oleh kendaraan dari Dinas PUPR Anambas. Bahkan pihaknya sebelumnya sudah mengantisipasi dampak kemarau panjang, namun karena debit air d ipengunungan berkurang tentunya perlu dicari sumber air lainnya.

“Tempat penampungan ada empat titik. Bak ini akan diisi oleh mobil Dinas PUPR Anambas dan kita berharap hujan turun karena debit air kita memang kurang,” ujarnya.

Kemarau panjang membuat warga Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas sebelumnya merasa kesulitan air bersih. Pasalnya penyaluran air bersih dari Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) tidak berjalan maksimal. Bahkan beberapa warga terpaksa menampung air dari rumah tetangga yang memiliki saluran air sendiri dari mata air yang ada digunung.

“Kemarau seperti ini setiap pertengahan tahun terjadi namun tidak ada juga solusi yang berarti. Banyak warga yang kesulitan air bersih,” kata warga Desa Tanjung, Edy, sebelumnya.

Hal yang sama juga dialami warga Desa Tinjul. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Keadaan seperti ini sudah sering terjadi jika musim kemarau datang.

Salah seorang warga, Sholeh mengatakan, jika musim kemarau tiba, mereka para warga selalu kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk keperluan minum maupun mencuci. “Hal semacam ini masih menjadi masalah utama di desa kami,” katanya.

Hal ini sangat disayangkan mengingat Desa Tinjul adalah salah satu desa yang memperoleh program Pemerintah Pusat yaitu Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Di mana program tujuan program pamsimas adalah untuk meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan khususnya masyarakat di desa tertinggal dan masyarakat di pinggiran kota.

Namun di beberapa tempat seperti Desa Tinjul ini Program yang bersumber dari APBN ini nampaknya tidak berjalan sesuai rencana awal. Kekeringan tetap menjadi momok bagi warga Desa Tinjul yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan.

“Beberapa warga berusaha mencari air dengan menggali sumur sedalam mungkin dengan harapan dapat menemukan air bersih di dasar tanah. Namun sejauh ini hasil yang diharapkan belum juga memuaskan, sementara ini air yang ditemukan di dasar tanah tercampur dengan lumpur dan tentu tidak layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

jhon munthe/jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com