SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Andi Lala Dua Kali Lakukan Pembunuhan Berencana

  • Reporter:
  • Selasa, 18 April 2017 | 14:25
  • Dibaca : 643 kali
Andi Lala Dua Kali Lakukan Pembunuhan Berencana
Andi Lala, tersangka pembunuh satu keluarga di Medan, Sumut. Foto/KORAN SINDO/Frans Marbun

MEDAN – Andi Lala (34), kini mendapatkan julukan sebagai pembunuh berdarah dingin. Selain menghabisi lima nyawa di Kayu Putih/Jalan Mangaan, Gang Benteng, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4), pria berperawakan tegap ini ternyata dua tahun lalu juga membunuh Suherman alias Iwan Kakek, selingkuhan istrinya. Dengan dua kasus pembunuhan itu, Polda Sumut sudah menetapkan enam tersangka.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberikan paparan lengkap pada Senin (17/4) menyebutkan, tersangka Andi Lala seorang pembunuh berdarah dingin yang keji. Pada 12 Juli 2015, Andi Lala bersama istrinya Reni Safitri dan temannya Irfan membunuh Suherwan alias Iwan Kakek (31), di rumah tersangka. Suherwan diketahui sebagai selingkuhan istri Andi Lala.

Suherwan sudah empat kali melakukan hubungan intim dengan Reni Safitri. Dua kali dilakukan di rumah tersangka dan dua kali lagi di perkebunan singkong di Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergei).
“Perselingkuhan di antara Suherwan alias Iwan Kakek dengan Reni Safitri diketahui tersangka Andi Lala. Rasa cemburu Andi Lala memuncak dan merencanakan pembunuhan terhadap korban,” ujar Kapolda.

Andi Lala pun menyiapkan skenario dibantu istrinya untuk menghabisi Suherwan. Reni Safitri diminta Andi Lala agar menghubungi dan bertemu korban.

“Atas perintah suaminya, Reni Safitri akhirnya menghubungi dan merayu Suherwan melalui telepon agar datang bertemu di Gang SDN Lubukpakam. Korban yang tanpa rasa curiga langsung menuruti ajakan Reni,” ujarnya.

Suherwan pun datang ke lokasi yang sudah ditentukan. Tak disangka, Andi Lala datang dan menyergap Suherwan serta membawanya ke rumah tersangka dibantu Irfan yang dijumpainya di lokasi. Setibanya di rumah tersangka, Andi Lala langsung memukul kepala bagian belakang Suherwan menggunakan kayu alu lumpang di ruang televisi. Korban langsung tersungkur bersimbah darah, tapi korban masih bernapas. Setelah tersungkur, Andi Lala dan Irfan kembali menyeret korban ke kamar depan rumah tersangka.

“Di dalam kamar, korban yang sudah tak berdaya kembali dipukul empat kali hingga tewas. Setelah tewas, jasad korban lalu dibawa menggunakan mobil pikap dan dibuang ke parit di Jalan Desa Pagar Jati, Lubukpakam. Setelah membuang mayat korban, para pelaku kembali ke rumahnya,” ucapnya.

Untuk menghilangkan jejak, kata Kapolda, Andi Lala bersama istrinya membawa sepeda motor korban nomor polisi (nopol) BK 4749 XAI dan membuangnya ke parit tepat di dekat jasad korban. Keluarga korban kemudian mendapat kabar ada penemuan mayat seorang pria di parit. Namun, keluarga tidak merespons dan tidak melakukan apa pun.

“Yang mengerikan itu, kayu alu yang digunakan pelaku untuk membunuh korban, ternyata masih digunakan sampai sekarang untuk keperluan memasak,” ungkapnya.

Sementara, pada pembunuhan sekeluarga di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4), direncanakan tersangka dua hari sebelum kejadian. “Sebulan sebelum pembunuhan itu, ada perselisihan di antara pelaku dengan korban Riyanto. Itu soal utang senilai Rp5 juta yang seharusnya diberikan korban kepada pelaku,” kata Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Nurfallah.

Utang tersebut selalu ditagih tersangka. Namun, korban mengelak dan meminta kepada pelaku untuk bersabar.

“Setiap ditanya tersangka, korban selalu menjawab nanti, nanti, dan nanti, sehingga pelaku kehilangan kesabaran. Akhirnya timbul dendam dan tersangka ingin membunuh korban,” ujarnya.

Akibat selalu mengelak, maka tersangka merencanakan pembunuhan di rumah korban. Andi Lala sebelumnya juga sudah menyiapkan besi padat dengan diameter 3 sentimeter (cm), panjang sekitar 60 cm, dan berat sekitar 11 kilogram (kg), serta menyewa satu unit mobil rental jenis Xenia hitam BK 1011 HJ. Besi itu dibeli tersangka Andi Lala dari seorang tukang loak.

“Andi Lala kemudian menghubungi Suhartini, istri Ucok Gondrong selaku pengusaha mobil rental untuk menyewa satu unit mobilnya,” katanya.

Setelah melengkapi semua keperluan untuk pembunuhan itu, tersangka kemudian menghubungi dua temannya, Roni Anggara alias Roni dan Andi Syahputra alias Andi Keleng. Kedua tersangka ini diajak Andi Lala berjalan-jalan, tapi akhirnya dibawa ke rumah korban.

“Setibanya di depan gang rumah korban, mobil yang direntalnya itu ternyata tidak bisa masuk ke gang. Karena lokasinya sempit, maka mobil tersebut diparkirkan di depan gang dan ketiga pelaku masuk ke pekarangan rumah korban serta memanggil-manggil Riyanto dari luar,” ucapnya.

Setelah bertemu Riyanto, sesaat kemudian Andi Lala langsung memukul kepala korban beberapa kali dengan besi yang disembunyikan dibalik bajunya. Seketika itu, korban tersungkur tewas. Setelah itu, Andi Lala masuk ke kamar Sri Aryani, istri Riyanto. Di kamar itu, ada Sri Aryani, Naya, Gilang, dan Kinara. Semua korban dihabisi dengan cara dipukul kepalanya dengan besi padat.

“Semua korban dihabisi menggunakan besi padat itu, termasuk Kinara yang terbangun dari tidurnya dan memanggil-manggil mamanya. Namun, karena ridho Allah, Kinara selamat,” ujarnya.

Sementara Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Faisal Napitupulu mengatakan, setelah seluruh korban dibunuh, Andi Lala bersama dua rekannya masih berkeliling-keliling di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, sempat mendatangi lokasi rumah korban untuk menanyakan kondisi para korban, termasuk Kinara.

Begitu tersangka ini mengetahui Kinara selamat dari pembunuhan, tersangka ketakutan dan langsung meninggalkan lokasi. Sedangkan istrinya, Reni Safitri yang turut hadir pada saat itu bertahan. Kemudian sepeda motor milik Riyanto yang sempat dijual kepada seorang penadah bernama Riki Prima Kusuma senilai Rp1,8 juta langsung dibekuk.

“Sehingga total tersangka yang kami amankan empat orang, yakni Andi Lala, Roni Anggara, Andi Syahputra, dan Riki Prima Kusuma. Termasuk istri Andi Lala, Reni Sefitri, dalam kasus pembunuhan dua tahun lalu dan Irfan. Semua tersangka masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan. Sebab masih ada orang yang mungkin terlibat,” ujarnya.

Tersangka dijerat Pasal 340 Subs Pasal 338 subs Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati.

frans marbun

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com