SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

APKLI Dukung Revitalisasi Pasar Induk Jodoh

  • Reporter:
  • Selasa, 3 Desember 2019 | 13:21
  • Dibaca : 48 kali
APKLI Dukung Revitalisasi Pasar Induk Jodoh
Pedagang yang tergabung dalam APKLI Kota Batam menggelar aksi damai mendukung Pemko Batam dalam melakukan revitalisasi Pasar Induk Jodoh di DPRD Kota Batam, Senin (2/12). f iwan sahputra

BATAMKOTA – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Batam menggelar aksi damai di DPRD Kota Batam, Senin (2/12). Mereka mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemko) dalam melakukan revitalisasi Pasar Induk Jodoh pada tahun depan.

Ketua RT Pasar Induk Jodoh, Tengku Abdul mengatakan, pihaknya bersama yang lainnya adalah pedagang asli yang berjualan di kawasan Pasar Induk Jodoh dan menegaskan tidak ada pedagang liar yang dibawa ke dalam persoalan tersebut. Para pedagang mendukung langkah pemerintah daerah dalam melakukan revitalisasi Pasar Induk Jodoh.

“Kami mendukung program pemerintah kota Batam. Semua tidak ada masalah. Kami adalah pedagang asli di Pasar Induk Jodoh,” kata Abdul.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan oleh pedagang di bawah naungan APKLI adalah murni dan tidak ada ditunggangi atau kepentingan yang lainnya. Pihaknya berharap tidak ada lagi oknum-oknum yang menghalangi penertiban di Pasar Induk Jodoh dengan sengaja berjualan di pinggir jalan, karena akan memperlambat dan menghalangi penertiban.

“Kamilah pedagang asli di sana. Jangan ada oknum yang merusak situasi dengan berjualan di pinggir jalan karena sudah dilarang oleh pemerintah kota Batam,” katanya.

Ketua DPD APKLI Batam, Farizal Joker mengatakan, aksi damai digelar untuk memberi jawaban atas demo yang digelar selama ini. Apalagi demo yang digelar membawa nama DPD APKLI.

“Demo yang digelar beberapa waktu lalu, mengatasnamakan kami dari DPD APKLI. Padahal, sama sekali itu bukan kami. Makanya sekarang, kami membawa legalitas asli DPD APKLI, untuk meluruskan semuanya,” ujar Farizal.

Seperti diketahui, Pemko Batam terus berupaya membenahi Pasar Induk agar revitalisasi berjalan cepat pasca penertiban pedagang kaki lima. Masih menuai protes, Pemko mengimbau PKL bersedia menempati kios sementara.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pihaknya tetap mengimbau pedagang bersedia menempati kios-kios yang sudah disediakan Pemko Batam. Revitalisasi pasar induk, Jodoh dilakukan nantinya untuk para pedagang sendiri.

“Kami berharap mereka (pedagang) mau menempati tempat yang sudah kami sediakan. Letaknya juga tidak jauh dari pasar induk,” kata Amsakar.

Terkait permintaan para pedagang agar diizinkan untuk berjualan di atas lahan 0,5 hektare yang disebut para pedagang tidak masuk kawasan pasar induk, Amsakar mengatakan pihaknya akan membahas bersama dinas terkait dan stakeholder. Karena itu saat menerima para pedagang pihaknya mengaku tidak bisa berjanji akan mengakomodir permintaan tersebut.

Ia menjelaskan ada dua tahap hibah lahan pasar induk yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat dari Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada Pemko Batam. Pertama adalah lahan seluas 1,5 hektare beserta gedung pasar induk sekarang. Kemudian sisanya ada sekitar 0,5 hektare yang masih dalam tahap proses hibah.

“Tapi pada intinya sudah disetujui oleh pusat, karena itu kami perlu berdiskusi dengan dinas terkait dan BP Batam sudah sejauh mana prosesnya ini,” katanya.

Pemko Batam kata dia tetap akan berupaya mencarikan solusi terbaik bagi para pedagang, karena ini memang sudah menjadi komitmen bersama sejak lama. Rencana revitalisasi pasar induk, Jodoh sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Kenapa baru bisa terealisasi karena memang Pemko Batam ingin prosesnya ini berjalan dengan baik.

Kemudian, terkait dengan beberapa pedagang yang mengaku memiliki sertifikat dan pernah membayar sejumlah uang beberapa tahun lalu pihaknya mempersilakan untuk menempuh jalur hukum jika memang merasa dirugikan. Intinya ditegaskan Amsakar bahwa revitalisasi pasar ini memah harus dilakukan oleh Pemko Batam.

“Pada dasarnya Pemko Batam akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan solusi kepada para pedagang,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau menambahkan solusi sudah pasti diberikan pihaknya kepada Pemko Batam. Bahkan pihaknya tak hanya menyedikan kios yang di samping pasar induk saja, tapi juga pasar-pasar lainnya untuk menampung para PKL tersebut.

Bahkan bagi PKL yang mau berjualan di Pasar TPID Batam Centre, Disperidag akan menggratiskan sewanya sampai dua tahun. Hal ini juga menjadi salah satu solusi yang ditawarkan kepada para pedagang. Kemudian juga ada pasar Sei Beduk, Pasar Seroja Dapur 12, dan Pasar Hang Tua Nongsa. “Artinya sudah banyak opsi yang kami tawarkan kepada para pedagang, yang penting mereka mau berdagang,” kata Gustian. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com