SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Arapaima Ditemukan di Seitemiang

  • Reporter:
  • Kamis, 5 Juli 2018 | 15:38
  • Dibaca : 270 kali
Arapaima Ditemukan di Seitemiang
ilustrasi.

SEKUPANG – UPT Stasiun Karantina Ikan Batam menemukan ikan jenis Arapaima di kawasan Temiang, Sekupang, Batam, Rabu (4/7/2018) kemarin. Ikan ini diketahui dipelihara oleh seorang warga di salah satu kolam ikan pribadi miliknya.

Hal ini diketahui setelah UPT Stasiun Karantina Ikan Batam menelusuri informasi yang diterimanya dari warga. Dari hasil penelusuran, pihak karantina menemukan dua titik lokasi yang memelihara ikan dari Sungai Amazon, Brazil ini.

“Kami mendatangi lokasi-lokasi yang kami curigai. Selain untuk melakukan sosialisasi, kami juga ingin memastikan ada atau tidaknya ikan ini. Dan sejauh ini, ada dua lokasi. Dan kita akan terus telusuri titik-titik lainnya,” kata Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam, Agung Sila saat dikonfirmasi awak media.

Agung menjelaskan pihaknya masih terus melakukan sosialisasi terkait bahayanya ikan tersebut. Selain sangat berbahaya, ikan ini dilarang untuk dipelihara, dipasarkan atau dilepas. “Kami masih sebatas sosialiasi, belum melakukan penindakan,” katanya lagi.

Selain menemukan ikan Arapaima, lanjut Agung, timnya juga menemukan jenis ikan berbahaya lainnya yakni ikan Alligator atau Ikan Buaya. Ikan ini ditemukan di tempat wisata Mata Kucing, Sekupang sebanyak dua ekor. “Di Temiang, kami juga temukan ikan Alligator yang sama seperti di Mata Kucing,” ujarnya.

Saat ini, pihak karantina membuka posko pengaduan terhadap keberadaan ikan berbahaya ini. Posko tersebut berada di Kantor UPT Stasiun Karantina Ikan Batam yang berlokasi di Batam Center. “Posko tersebut kami buka dengan tujuan agar warga dapat segera melapor bila menemukan jenis-jenis ikan berbahaya seperti Arapaima, Alligator, Piranha, Ikan sapu-sapu atau jenis ikan berbahaya lainnya,” papar dia.

Ikan jenis ini dilarang unyuk dipelihara dan diatur dalam UU Nomor 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU 45 tahun 2009 tentang perikanan dan Permen Kelautan dan Perikanan No 41 tahun 2014.(aini lestari)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com