SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Asian Games Berpacu dengan Waktu

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Mei 2018 | 14:22
  • Dibaca : 130 kali
Asian Games Berpacu dengan Waktu

JAKARTA – Asian Games sudah di depan mata. Sebagai tuan rumah eventbergengsi di Asia ini, Indonesia memiliki beban yang tidak ringan.

Namun, menjelang pembukaan pada 18 Agustus mendatang masih banyak pekerjaan rumah yang perlu cepat dituntaskan. Kurangnya promosi seperti yang dikeluhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya satu dari beberapa masalah yang belum 100% ter selesaikan. Salah satu yang menyedot perhatian besar adalah kesiapan terkait infrastruktur. Sampai awal Mei lalu pem bangunan sarana dan prasarana Asian Games masih berada di kisaran 90%. Kini Indonesia dipacu waktu untuk memenuhi semua target yang diingin kan. Di luar sarana dan pra sarana, masih banyak hal yang perlu diantisipasi dengan baik seperti mengatur mobilitas para atlet dan ofisial hingga mempersiapkan destinasidestinasi wisata penunjang Asian Games.

Tak sekadar soal mem bangun, Asian Games ini juga menjadi pertaruhan besar citra Indonesia di pentas internasional. Presiden Jokowi mewanti-wanti semua pihak yang terlibat dalam persiapan Asian Games untuk bekerja cepat karena waktu pelaksanaan yang kian dekat. Jokowi bahkan beberapa kali melihat langsung ke lapangan untuk mengecek perkembangan demi perkembangan venue, infrastruktur, hingga para atlet yang akan berlaga seperti di pelatnas berkuda (equestrian) di Arthayasa Stable, Limo, Depok, Jawa Barat, kemarin.

“Semuanya perlu dilihat, perlu dikontrol, karena tahun ini kita mempunyai event yang akbar, yang besar, yaitu Asian Games Ke-18. Perlu persiapan. Kesuksesan itu dimulai dari bagaimana kita mempersiapkan,” ujar Jokowi. Dari pengamatan KORAN SINDO di berbagai lokasi, pembangunan sejumlah venue dan sa rana pendukung seperti wisma atlet masih terus dikebut baik di Jakarta maupun Palembang. Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo meng ung kapkan, di antara pekerjaan tahap akhir saat ini adalah fa silitas untuk kalangan difabel seperti lift dan ukuran kamar di wisma atlet Kemayoran. Secara umum dia berani menyebut progres pembangunan selu ruh venue sudah mencapai 90,53%.

Jumlah itu berasal dari 76 venue untuk kompetisi maupun latihan serta 14 area non-venue. “Angka tersebut lebih tinggi dari rencana awal yang sebesar 89,3%, dan kami harapkan selesai pada Juni mendatang,” ujar Hartoyo optimistis. Pembangunan kawasan Ge lora Bung Karno (GBK) belum sepenuhnya tuntas. Saat ini masih dilakukan pem bangunan dua gedung parkir tiga lantai di kawasan Parkir Timur dengan kapasitas 1.000 mobil. Beberapa venue juga belum selesai dikerjakan misalnya venue squash yang progresnya baru 20%. Keterlambatan proyek ini akibat pembangunan baru disepakati pada De sember 2017. Selain itu, pem bangunan venue layar dan jet ski di Pantai Ancol dan Padepokan Silat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah juga masih dalam proses.

Kementerian PUPR sepenuhnya yakin semua venue itu akan bisa selesai bulan depan. Menteri PUPR Basuki Ha di – muljono menjelaskan, infrastruktur untuk Asian Games 2018 menelan biaya hingga Rp6,2 triliun. Alokasi tersebut digunakan berbagai fasilitas, dari pembangunan GBK hingga pembangunan wisma atlet. Pembagiannya Rp3,7 triliun untuk venue di Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat. Si sanya digunakan membangun wis ma atlet di Kemayoran. Soal belum rampungnya penataan GBK, menurut Deputi Bidang Koordinasi Kebu da yaan Kemenko PMK Nyoman Shuida, akan dituntaskan secepatnya. “GBK hanya tinggal penataan kawasan. Veneu sudah selesai. Di Jakabaring sekitar 89%,” ungkapnya. Nyoman memastikan pada H-100, GBK disterilkan dari berbagai kegiatan. Menurutnya, ini dilakukan untuk memastikan semua veneu siap. Hal ini juga untuk melancarkan persiapan upacara pembukaan.

KORAN SINDO

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com