SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

ASN Harus Tetap Netral

  • Reporter:
  • Senin, 21 Oktober 2019 | 09:33
  • Dibaca : 121 kali
ASN Harus Tetap Netral
Suasana papat yang dipimpin Plt Gubernur Kepri Isdianto bersama sejumlah OPD di Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, pekan lalu. /IST

PINANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya bekerja untuk kepentingan pemerintah bukan kepala daerah. Hal itu disampaikan Pengamat Politik, Endri Sanopaka.

“Termasuk Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) harus mampu melaksanakan visi misi kepala daerah yang direalisasikan dalam bentuk program pembangunan. Jadi yang ditonjolkan itu kualitas kerja, bukan kedekatan kepada kepala daerah untuk mempertahankan jabatan,” katanya di Tanjungpinang, Minggu (20/10).

Endri mengatakan permasalahan ASN, terutama pejabat Eselon IV-II di Pemprov Kepri maupun daerah lainnya di wilayah itu hampir sama. Isu terkait gerbong kepala daerah mengisi jabatan strategis di pemerintahan kerap bergema seusai pilkada.

Semestinya, pola perekrutan ASN dilakukan secara profesional, berdasarkan kualitas, profesional dan kapasitas, bukan berdasarkan kedekatan atau komitmen tertentu yang sama sekali tidak berhubungan dengan kepentingan pemerintah dan masyarakat. Para pejabat juga jangan pula tergiring oleh kepentingan politik tertentu, misalnya menjelang pilkada. Mereka harus taat aturan dan tetap netral.

“Kalau benar ada pejabat Eselon II yang tidak disiplin seperti yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto, semestinya diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, bukan disuruh mengundurkan diri,” ujar Endri yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjungpinang.

Ia mengatakan kepala dinas harus bekerja secara maksimal untuk kepentingan pemerintah. Jika indispliner atau tidak mencapai target, semestinya dikenakan sanksi. Pemerintah semestinya memiliki sistem penilaian sehingga mudah untuk mengevaluasi kinerja masing-masing kepala OPD.

“Tentu hasil evaluasi dapat dipergunakan kepala daerah untuk memberi penghargaan dan sanksi kepada kepala dinas maupun jajarannya. Permasalahannya adalah pemerintah tidak memiliki sistem penilaian sehingga kerap menimbulkan polemik saat dilakukan mutasi jabatan,” tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan KORAN SINDO BATAM, tiga bulan menjabat Plt Gubernur Kepri, Isdianto tak mendapat dukungan dari banyak anak buahnya. Ia marah dan segera merombak pejabat di lingkungan Pemprov Kepri dalam waktu dekat.

Isdianto membuka terang benderang situasi pemerintahannya dalam apel, Senin pekan lalu. Ia mengaku kerap mendengar kabar sejumlah OPD tidak menyukai cara kepemimpinannya. Isdianto berencana merombak jabatan setingkat kepala dinas di lingkungan Pemprov Kepri.

“Kawan-kawan OPD di belakang menyebut saya tidak tegas dan sebagainya. Tentu saya sangat kecewa, karena semua sudah dianggap sebagai saudara sendiri,” katanya Isdianto, Senin (14/10).

Bahkan di depan Kepala OPD Kepri, hal ini sudah ia sampaikan. Ia mengaku, sebagai pimpinan di Pemprov Kepri merasa kurang dihargai oleh Kepala OPD yang ada di bawahnya. Hal ini disampaikan Isdianto setelah minimnya kehadiran kepala OPD yang mendampinginya saat momen-momen penting, seperti pelantikan Direktur PDAM Tirta Kepri di gedung daerah di Tanjungpinang pekan lalu.

“Peristiwa semacam ini sudah berulang kali terjadi. Saya tak bisa lagi menahan diri untuk meluahkannya (mengungkapkan, red),” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Isdianto meminta kepala OPD yang merasa tidak cocok dengan kepemimpinanya saat ini, boleh mengajukan mundur atau pindah. Dia bahkan menegaskan dalam waktu dekat juga akan melakukan job fit atau uji kesesuaian untuk mengisi jabatan kepala OPD.

“Saya juga dengar ada beberapa kepala OPD yang sudah jenuh dan ingin mengisi jabatan fungsional. Silakan saja, saya tidak keberatan sama sekali,” tegasnya.

Apalagi, kata dia, pejabat ASN di lingkungan Pemprov Kepri masih banyak yang punya kualitas mumpuni untuk mengisi jabatan eselon II dan III.

Hal ini menanggapi bahwa Kepala OPD Kepri terlihat mulai menjauh dari Plt Gubernur Kepri Isdianto. Jika sebelumnya banyak pejabat setingkat Kepala Dinas yang ikut kegiatan Isdianto, namun tidak saat pelantikan Dirut PDAM Tirta Kepri di Gedung Daerah, Jumat (11/10).

Terlihat hanya ada tiga Kepala OPD yang hadir. Mereka adalah Kadis Koperasi UKM Agus Nawarman, Asisten II Syamsul Bahrum, dan Kabiro Ekonomi Heri Adrianto. “Iya, diundang kok, ” kata Isdianto menjelaskan bahwa undangan juga diberikan kepada Kepala OPD yang lain.

Isdianto berpendapat jika OPD yang tidak hadir karena sedang ada kegiatan lain. “Tidak masalah. Yang ada kegiatan lain kan tak mungkin datang ke sini, ” kata Isdianto.

Isdianto juga mengaku tidak khawatir jika Kepala OPD meninggalkannya karena berkaitan dengan politik. “Kalau tak ada kawan-kawan, kita ada Tuhan kok. Toh bukan kawan-kawan juga yang nentukan, kan Tuhan, ” kata Isdianto sambil berlalu.

rinto situmorang/ant

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com