SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Assad Serang Basis Terakhir Pemberontak

  • Reporter:
  • Kamis, 19 April 2018 | 16:09
  • Dibaca : 282 kali
Assad Serang Basis Terakhir Pemberontak

BEIRUT – Militer Suriah memulai persiapan serangan ke kamp Yarmouk dan se kitar nya. Wilayah dekat Damaskus itu menjadi kawasan terakhir yang masih dikuasai pem berontak.

Keberhasilan menguasai kawasan itu akan memberi Presiden Suriah Bashar al-Assad kon – trol penuh di ibu kota Damaskus serta memperkuat kekuasaannya. Yarmouk merupakan kamp terbesar untuk pengungsi Pales – tina di Suriah sejak pertengahan abad20. Kampitutelahdiken dali – kan para pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) selama beberapa tahun. Meski sebagian besar warga di kamp itu telah mengungsi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ribuan orang masih tinggal di sana. Sumber militer Suriah me – nyatakan, serangan baru akan menargetkan ISIS dan Barisan Nusra di kamp Yarmouk dan distrik al-Hajar al-Aswad.

“Para pemberontak di Beit Sahm akan mundur dengan naik bus setelah membuat ke – sepakatan dengan pemerin tah,” ungkap sumber militer Suriah kepada Reuters. Assad diuntungkan dengan dukungan militer Rusia sejak 2015 untuk menguasai kembali sebagian besar wilayah Suriah. Kini Assad memegang posisi terkuat sejak awal perang sipil yang telah ber langsung tujuh tahun. Perang itu telah mene waskan lebih dari 500.000 orang dan menarik banyak kekuatan regional serta global. Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis telah meluncurkan serangan gabungan pertama melawan pemerintah Assad pada Sabtu (14/4). Serang an rudal itu sebagai pem – balasan serangan gas beracun pada 7 April di Kota Douma.

Rudal-rudal Barat meng – han curkan tiga target yang isinya telah dipindahkan sebelum nya. Pasukan Assad pun masih melancarkan serangan untuk menguasai kembali se luruh wilayah negara itu. Suriah dan Rusia me nyang kal menggunakan gas beracun dan menyiarkan pernyataan dari para pekerja rumah sakit di Douma. Mereka menyebut serang an gas beracun itu hanya propaganda dan tidak ada serangan senjata kimia yang terjadi.

Syarifudin

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com