SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Astra Agro Bagi Dividen Rp904,5 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 12 April 2018 | 16:09
  • Dibaca : 172 kali
Astra Agro Bagi Dividen Rp904,5 Miliar

JAKARTA- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membagikan dividen sebesar Rp904,5 miliar atau setara 45% dari laba bersih 2017 sebesar Rp2 triliun. Perseroan akan menyetor dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp322 per saham pada 9 Mei 2018.

Sebelumnya, Grup Agri bi s nis PT Astra International Tbk (ASII) ini telah membagikan di vi den in – te rim Rp148 per saham pa da 19 Ok tober 2017. “Jadi, to tal di vi – den yang dibagikan per se roan Rp470 per saham,” ujar Pre siden Di rektur PT Astra Agro Lestari San tosa seusai Ra pat Umum Pe – me gang Saham Ta hunan (RUPST) di Jakarta kemarin. Menurut dia, Astra Agro p – a da 2017 membukukan laba ber sih sebesar Rp2 triliun. Pen ca pai an ini, kata Santosa, s e ting kat dengan pencapaian 2016. “Pa da 2017, Astra Agro ti dak l a gi menikmati k e un – tung an se li sih kurs mata uang asing,” kata Santosa.

Menurut Santosa, laba ber – sih pada 2017 pada dasarnya sa – ma dengan 2016. Pada 2016 per seroan ada keuntungan atas ni lai tukar, sementara pada 2017 sudah tidak menikmati ke untungan atas nilai tukar. “Sampai lima tahun ke de pan harusnya tidak ada lagi ka re na kita sudah melindungi ni lai tukar (hedging)dengan cross currency swap. Itulah kenapa pen – dapatan meningkat, tapi la ba bersih tetap,” ungkap Santosa. Tahun ini, Santosa berharap la ba bersih bisa lebih tinggi diban dingkan tahun lalu. Wa laupun dia pesimistis kinerja pada kuar tal I/2017 bisa sebaik tahun lalu (yoy). “Januari-Fe bruari produksinya tidak sebaik tahun lalu. Maret baru mulai ada pe ningkatan. Saya yakin, ki nerja kuartal I tahun ini pasti di bawah tahun lalu,” ujar Santosa.

Sementara itu, pendapatan ber sih Astra Agro pada 2017 men capai Rp17,3 triliun atau meng alami kenaikan sekitar 22,6% jika dibandingkan 2016 se besar Rp14,12 triliun. Kinerja ke uangan yang positif ini dit o – pang oleh kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) dari per kebun an inti dan plasma. “Se lain itu, juga karena me ning kat nya pem belian buah dari pi hak ketiga se r ta kenaikan harga jual ratarata minyak sawit men tah (crude palm oil /CPO),” katanya.

Santosa memaparkan, pro – duk si TBS dari kebun-kebun int i dan plasma naik 7,2% dari to – tal 4,87 juta ton pada 2016 men – jadi 5,23 juta ton pada 2017. Selain pasokan buah dari kebun in ti dan plasma, perseroan juga me n catat peningkatan pem beli an TBS dari pihak ketiga yang tum buh sebesar 6,0% dari 2,54 ju ta ton pada 2016 menjadi 2,69 ju ta ton pada 2017. Kenaikan produksi TBS dari ke bun inti dan plasma serta ke – naik an pembelian TBS dari pi – hak ketiga, kata Santosa, men – do rong peningkatan produksi CPO sebesar 5,1% dari 1,55 juta ton pada 2016 menjadi 1,63 juta ton pada 2017.

Selain produktivitas yang te – rus membaik, kinerja keuangan yang positif ini juga didorong oleh kenaikan harga rata-rata pen jualan CPO pada 2017 yang naik sebesar 6,5% dari Rp7.768 per kg pada 2016 menjadi Rp8.271 per kg pada 2017. Menurut Santosa, pers e ro – an tetap menjalankan programprogram efisiensi di seluruh lini ope rasional. Langkah ini juga mem berikan dampak positif se – ca ra keuangan sehingga Astra Agro dapat menghasilkan laba ope rasional 2017 sebesar Rp3,0 tri liun, tumbuh 14,8% di banding kan tahun sebelumnya. Perseroan tetap optimistis sek tor perkebunan kelapa s awit akan terus tumbuh positif. As tra Agro juga terus me la kukan ino vasi untuk mening katkan pro duktivitas dan me laku kan di versifikasi usaha yang ma sih ter kait dengan usaha uta ma perseroan.

Selain fokus di sektor per ke – bun an kelapa sawit, perseroan te rus mengembangkan usaha pro duk hilir sawit, peng ope ra si – an pabrik percampuran pupuk NPK (fertilizer blending plant), ser ta integrasi sawit-sapi. Sementara itu, Wakil Pre si – den Direktur PT Astra Agro Les – tari Joko Supriyono berharap, In dia menurunkan tarif impor CPO. “Pemerintah kita terus me lakukan negosiasi dengan In dia agar tarif tinggi yang dit e – rap kan tidak berlangsung da – lam jangka waktu yang lama,” ujar Joko Supriyono yang juga Ke tua Umum Gabungan Peng – usaha Kelapa Sa wit Indonesia (Gapki) ini. Menurut dia, Indonesia me – mi liki pasar alternatif baik itu ke Pa kistan, Bangladesh, dan Afrika. Karena itu, Indonesia harus me lakukan diversifikasi pasar eks por CPO.

Hal ini perlu dilakukan menyu sul adanya hambatan ekspor yang dilakukan oleh negara tu juan ekspor. Seperti yang dila kukan China dan India yang me naikkan tarif impor CPO. “Ero pa selama ini ngancamngan cam terus, tapi sebenarnya vo lume ekspor kita ke Eropa terus meningkat. Pemerintah kita terus melakukan lobi Eropa. Ki ta sih berharap pelarangan itu bisa ditunda atau bahkan di hilang kan,” katanya.

Sudarsono

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com