SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Atlet Aceh Perkuat Bintan di Porprov Kepri

  • Reporter:
  • Kamis, 29 November 2018 | 11:41
  • Dibaca : 257 kali
Atlet Aceh Perkuat Bintan di Porprov Kepri
Atlet Porprov Kepri membawa obor Porprov Kepri saat pembukaan di lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang, Minggu (25/11). /SUTANA

PINANG – Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV 2018 terkesan membiarkan atlet asal Aceh memperkuat kontingen Bintan dalam cabang olahraga tenis lapangan. Berdasarkan aturan, mutasi atlet bisa memperkuat daerah lain setelah bermukim selama 18 bulan.

Adapun atlet yang memperkuat kontingen Bintan tersebut bernama Tania. Tania mewakili Kabupaten Aceh Besar di Porprov XII Aceh 2018, yang digelar pada 18-24 November lalu.

Kontingen Batam mendapatkan data atlet tersebut dari KONI Aceh Besar yang menyatakan atlet tersebut sebagai kontingen Kabupaten Aceh Besar.

“Benar, Tania adalah atlet tenis lapangan yang mewakili Kabupaten Aceh Besar di Porprov XII Aceh 2018, yang meraih medali emas di kelas beregu putri,” kata Pengurus KONI Aceh Besar, Heri, Rabu (28/11).

Ketua pertandingan Satgas Kontingen Batam, Yakop Sujipto mengatakan, pembiaran yang dilakukan PB Porprov sudah keluar jalur dari peraturan mutasi atlet. “Kok bisa-bisanya PB Porprov membiarkan atlet tenis lapangan dari luar Kepri masuk, sedangkan antara daerah kita saja mereka perketat peraturannya,” kata Yakop.

Lanjut Yakop, dalam waktu satu minggu, atlet Aceh tersebut bisa langsung memperkuat kontingen Bintan dalam ajang Porprov Kepri 2018. Hal itu adalah kesalahan besar PB Porprov dan tim keabsahan. “Tim keabsahan itu ada untuk melakukan verifikasi data atlet, bukan untuk mencari uang,” ujarnya.

Yakop menuturkan, hal ini juga sudah menciderai dunia olahraga Kepri, karena pembinaan atlet yang ada di tujuh kab/kota menjadi sia-sia. “Untuk apa kita melakukan pembinaan kalau seperti ini. Bagus atlet luar saja yang kita mainkan semuanya,” ungkap Yakop.

Yakop menjelaskan, pembiaran atlet asal Aceh tersebut seperti ada permainan di tubuh PB Porprov maupun tim keabsahan, sehingga atlet tersebut sengaja diloloskan ke Porprov Kepri 2018.

“Kami tidak terima kalau ini dibiarkan. Kami juga bukan takut kalah, tapi kami ingin mengingatkan bahwa kita sebagai pelaku olahraga harus memberikan pemahaman yang baik tentang peraturan yang berlaku tentang mutasi atlet,” katanya.

Ia mengatakan, dengan pembiaran oleh PB Porprov tersebut, prestasi atlet Kepri menjadi menurun, karena atlet yang dibawa adalah atlet yang sudah memperkuat daerah lain. “Mereka tetap memainkan Tania ini di Porprov Kepri 2018 dalam di nomor Single Putri, dan dia meraih medali emas sekarang,” ujar Yakop.

Lanjutnya, cabang olahraga tenis meja juga buru-buru menyelesaikan nomor single putri, agar kontingen lain tidak bisa komplen tentang permasalahan mutasi tersebut. “Nah, kan ini ada apa-apanya. Berarti PB Porprov tidak serius ini dalam ajang Porprov IV Tanjungpinang 2018,” ungkapnya.

romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com