SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bahan Mematikan dalam Produk Kecantikan

  • Reporter:
  • Sabtu, 21 Juli 2018 | 11:24
  • Dibaca : 595 kali
Bahan Mematikan dalam Produk Kecantikan
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan menunjukkan hasil tangkapan kosmetik ilegal di Tanjungpinang, belum lama ini. /M BUNGA ASHAB

PINANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengusut tuntas peredaran kosmetik ilegal di Tanjungpinang. Pasalnya produk kecantikan yang disita senilai Rp111.690.000 milik NN, warga Kelurahan Tanjungayun Sakti, Bukit Bestari itu sangat berbahaya.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan mengimbau kepada masyarakat Tanjungpinang supaya tidak menggunakan kosmetik ilegal yang beredar di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan, semua produk kosmetik yang disita mengandung zat dan bahan-bahan berbahaya.

“Jangan sesekali mengunakan produk ilegal, cek dulu lebel dan izin edarnya apakah terdaftar di BPOM. Terpenting itu jangan tergiur karena harga murah,” kata dia di Tanjungpinang, Sabtu (20/7/2018).

Adapun kosmetik yang ditemukan BPOM tersebut seperti krim pemutih, bleaching, bedak, sabun, lipstik dan pensil alis. Semua produk tidak melalui tata cara pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku. Dia menuturkan, semua produk kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Tak perlu diuji lagi kalau produk ilegal tidak mempunyai jaminan mutu, keamanan dan kegunaanya dapat membahayakan pengguna,” kata Yosef, Sabtu (20/7).

Bahkan, salah satu produk yang ditemukan masuk publik warning BPOM yang dilarang peredaraannya karena mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat dan lain sebagainya. Bahan-bahan yang dimaksud dapat membahayakan kesehatan, bahkan dapat mematikan.

“Masyarakat harus cerdas dalam menggunakan produk kosmetik,” ujarnya.

Disinggung terkait kasus pemilik kosmetik ilegal berinisial NN, kata Yosef, kasusnya masih berlanjut. BPOM masih mendalami asal-usul barang ilegal itu masuk ke Tanjungpinang. Dalam kasus ini pelaku dijerat dengan Pasal 106 ayat 1 Jo Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dimana setiap farmasi harus memilik izin edar.

“Ancamannya pidana penjara 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar,” kata dia.

Sebelumnya, BPOM Kepri menyita kosmetik ilegal tersebut pekan lalu. Kosmetik yang disita sebanyak 42 item. Total barangnya sebanyak 5.999 pcs, bebarapa contoh kosmetik ilegal seperti temulawak, RDL Hidrokuinon, Bioaqua, Naked, Hengfang, dan sejumlah produk lain.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com