SINDOBatam

Feature+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Baku Tembak, 1 Prajurit TNI dan 2 KKB Tewas

  • Reporter:
  • Kamis, 5 April 2018 | 14:54
  • Dibaca : 498 kali
Baku Tembak, 1 Prajurit TNI dan 2 KKB Tewas

TEMBAGAPURA – Seorang prajurit Yonif 751/Raider dan dua orang kelompok kriminal bersenjata (KKB) tewas dalam baku tembak di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (1/4) pukul 17.00 WIT.

Prajurit yang tewas dike ta – hui bernama Pratu Vicky Irad Uba Rumpaisum dengan luka tem bak di atas telinga kanan tem bus pelipis mata kanan. Kop da Sumanto juga me nga – lami luka tembak di betis kaki kanan, namun selamat. Ke dua – nya kemarin siang berhasil di – eva kuasi ke RS PT Freeport Indo nesia Tembagapura. Se – men tara identitas dua KKB yang tewas belum diketahui. “Dari hasil pantauan drone, dua orang KKB meninggal du – nia dan puluhan lainnya lukaluka. Kemudian sambil mundur melarikan diri, mereka mem ba – kar rumah warga,” ungkap Ka – pendam XVII/Cenderawasih Ko lonel Inf Muhamad Aidi Nubic.

Menurut Aidi, insiden kon – tak senjata terjadi saat pa sukan gabungan TNI/Polri melakukan pengejaran terhadap KKB yang melakukan pem bakar an rumah warga. Pembakaran tersebut diduga realisasi ultimatum yang disiarkan KKB sebelumnya melalui media bahwa me reka menyatakan perang ter ha dap TNI dan Polri, serta menuntut penutupan operasional tambang asing Freeport. Selain menebar ancaman, mereka juga menyerukan ke pada KKB lain untuk bersatu. Rumah warga yang dibakar juga turut menjadi sandera KKB pada 2017. Usai insiden penyan deraan 1.300 warga di sejumlah desa selesai, tidak kurang dari 400 warga asli setempat tidak mengungsi.

“Kita bersyukur seluruh warga itu dalam keadaan aman,” terang Aidi. Dia menegaskan, pascakontaksenjatapuluhanper so nelTNI masih melakukan penge jaran terhadap KKB yang di si nyalir ga – bungan dari sejumlah pengacau keamanan. Pihaknya mem pre – diksi jumlah anggota gabungan KKB sekitar 200 orang. Sebagian besar memakai sen jata tradisional seperti pa rang, panah, dan tombak. “Sedang kan 40 sampai 50 orang menggunakan senjata laras pan jang standar militer,” ungkap Aidi. Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, proses eva – kuasi dua prajurit TNI dila kukan oleh Satgas Gabungan TNI/Polri sekitar pukul 06.30 WIT. Mereka bergerak dari Posko Terpadu Tembagapura menu ju Kimbeli dan Banti.

Selanjutnya pada pukul 10.25 WIT dua unit kendaraan LWB (nomor lambung 01-4901 dan 01- 4618) bergerak dari Polsek Tem bagapura menuju Utikini untuk mengevakuasi. Ken da ra an LWB 01-4901 pimpinan Ka pol sek Tem ba ga – pura AKP Her manto yang mem – bawa korban Pratu Vicky Irad Uba Rum pai sum tiba di RS PT Freeport. Se lan jutnya jenazah almarhum Pratu Viky Irad Uba Rum pai sum dibawa ke dalam ruang jena zah. Sekitar pukul 11.10 WIT kendaraan LWB 01- 4618 pimpinan Kasatgas Amole AKBP Suroso yang membawa kor ban Kopda Sumanto tiba di RS PT Freeport. Selanjutnya Ko pda Sumanto diobservasi ke IGD.

Danrem 174 ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan juga sudah tiba di RS PT Freeport un tuk melihat kondisi dua korban didampingi Kasi Ops Korem 174 ATW Kolonel Inf Raden Agus Prasetyo. Seusai di eva kua si, jenazah Pratu Vicky se lanjutnya di ba wa ke Timika dan sore ha rinya di – terbangkan ke Kota So rong un – tuk di makamkan. Se dang kan Kopda Sumanto hing ga saat ini masih dirawat di RS Tem bagapura.

Sempat Telepon Ibu

Suasana duka menyelimuti keluarga besar almarhum Pratu Vicky di Kota So rong, Papua Barat. Di rumah duk a, Jalan Delima, tepatnya di belakang SMP Negeri 9 Kota So rong, sudah ada karangan bunga ucapan belasungkawa dari Kepolisian Daerah Provinsi Papua Barat. Menurut Felix Rumpaisum, kakak kandung almarhum Pra – tu Vicky, pihak keluarga kaget mendengar kematian korban dari pihak Kodim 1704/Sorong pa da Minggu, 1 April 2018 pukul 23.00 WIT. Di mata keluarga, almarhum merupakan sosok pribadi yang so pan, baik hati, dan sangat bertanggung jawab terhadap tugas nya sebagai abdi negara.

Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi dan peduli terhadap ibunya, Delila Miokbun. Meskipun sibuk melak sanakan tugas, almarhum selalu me – ne lepon ibunya untuk me na – nyakan kabar serta meng ingat – kan makan. “Sebelum menuju daerah Banti Tembagapura, kor – ban sempat menelepon ibu nya memberi tahu bahwa dia su dah berangkat bertugas di dae rah hutan yang tidak ada ja ring an telekomunikasi,” ungkap Felix. Pratu Vicky ternyata pernah ber tugas menjadi pasukan pe n – jaga perdamaian di Lebanon.

Dia pernah tercatat dan bergabung bersama Pasukan Perdamaian Dunia (PBB) dan menjalankan misi Pasukan Garuda di Lebanon beberapa waktu yang lalu. Setelah misi Pasukan Garuda berakhir, Vicky dikem balikan lagi ke kesatuannya di Yonif 751/Raider Kodam XVII Cenderawasih. Namun, Tamtama TNI AD asli Papua yang sarat prestasi ini gugur saat menjalan kan tugas negara di tanah Papua.

Chanry andrew suripatty/ sindonews

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com