SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bandar Narkoba Manfaatkan Arus Mudik

  • Reporter:
  • Selasa, 21 Mei 2019 | 12:33
  • Dibaca : 124 kali
Bandar Narkoba Manfaatkan Arus Mudik
ilustrasi

NONGSA – Arus mudik Lebaran dimanfaatkan bandar menyelundupkan narkoba. Di Bandara Hang Nadim dalam kurun waktu empat hari, petugas Bea Cukai dan Aviation Security (Avsec) Hang Nadim menggagalkan penyelundupan sabu ke Palembang dan Lombok.

Penangkapan pertama terjadi pada Kamis (16/5) sekira pukul 08.00. Petugas Bea Cukai menangkapa Hasanudin (39) di pintu keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim. Dari tangannya diamankan barang bukti empat bungkus sabu yang disimpan dalam anus seberat 219 gram.

Sabu ini akan diselundupkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelumnya, ia sudah dua kali melakukan hal sama menyelundupkan sabu melalui Bandara Hang Nadim.

Hasanudin menjelaskan, untuk memulai bisnis sabu, ia mencoba menjual sabu dengan jumlah sedikit ke Lombok seberat 100 gram. Sabu diselundupkan lewat jalur udara.

“Pertama saya lolos dari pemeriksaan petugas bandara, setelah itu saya coba lagi untuk kedua. Saya bawa 200 gram, dan saya lolos juga,” ujarnya.

Setelah mendapat celah dan pangsa pasar di Lombok, ia akan berencana melakukan bisnis yang lebih besar dari pengiriman sebelumnya.

“Saya ambil barang (sabu) di Simpang Dam. Karena saya sering beli barang, saya dapat diskon untuk ketiga kalinya,” kata Hasanudin. Ia membeli barang seberat 219 gram yang seharusnya Rp60 juta seharga Rp40 juta. Namun, dalam transaksi ketiga ia ditangkap oleh petugas bandara.

Kepala Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi(BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, petugas mencurigai pelaku saat di pintu keberangkatan dari Batam menuju Surabaya.

“Gerak gerik pelaku mencurigakan, dan petugas membawa pelaku ke dalam ruangan pemeriksaan dan membawanya ke RS Awal Bros untuk pemeriksaan radiologi,” kata Sumarna.

Lanjut Sumarna, tim dokter menemukan ada benda mencurigakan di dubur pelaku, dan petugas rumah sakit mengeluarkan barang asing tersebut. “Setelah berhasil dikeluarkan dan diperiksa, hasil positif bahwa barang tersebut adalah sabu,” ujarnya.

Selanjutnya, pada Minggu (19/5) ada dua kasus narkotika yang diungkap di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso menjelaskan, kasus yang pertama yakni sekira pukul 05.30 seorang penumpang Citilink rute Batam Palembang bernama M Rajuli (27) asal Aceh.

“Tersangka ini kedapatan membawa 5 bungkus sabu di sepatu dengan berat total 507 gram,” ujarnya.

Tersangka ini awalnya sudah lolos dari pemeriksaan pada Security Check Point (SCP) 1, namun saat itu petugas sudah curiga dengan gerak gerik pelaku.

“Karena mencurigakan, disuruh petugas untuk balik lagi dan saat pemeriksaan kedua ini didapati di sepatunya dan ia mengaku diupah Rp16 juta,” ujarnya.

Kemudian kedua pada pukul 08.30, yakni penumpang Lion Air Batam Surabaya dan tujuan akhir Lombok bernama Sudirman. Pelaku menyembunyikan dua bungkus sabu di dalam duburnya seberat 306 gram. dicky sigit rakasiwi/romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com