SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bandar Obat Daftar G Diringkus, Polisi Amankan 7.008 Butir Pil Dextro

Bandar Obat Daftar G Diringkus, Polisi Amankan 7.008 Butir Pil Dextro
Kapolresta Barelang AKBP Hengki menunjukkan ribuan pil Dextromethorphan yang dijadikan barang bukti dari tersangka Romelan, dalam ekspos perkara, Kamis (27/4). Foto: Tommy Purniawan

BATAM KOTA – Romelan (32) bandar obat daftar G diringkus anggota Satuan Narkoba Polresta Barelang bersama dengan barang bukti 7.008 butir pil Dextromethorphan yang diperdagangkannya secara ilegal pada Selasa (25/4).

Kapolresta Barelang AKBP Hengki saat mengekspos perkara ini menyebutkan Romelan ditangkap di Pasar Angkasa, Lubukbaja setelah pihaknya mendapat informasi adanya orang yang menjual pil tersebut tanpa dilengkapi resep dokter.

“Total pil yang kita amankan 7.008 butir dan uang penjualan obat Rp 457 ribu,” kata Hengki didampingi Wakasat Narkoba Iptu Elwin dan perwakilan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM Kepulauan Riau Hermanto, di Mapolresta Barelang, Kamis (27/4).

Menurut Hengki, 7.008 butir pil Dextromethorphan dikemas dalam empat bungkus dengan jumlah yang berbeda-beda. Dari bungkusan pertama ditemukan tiga botol plastik yang masing-masing botolnya berisi 1.000 butir, satu plastik warna hitam berisi 315 butir pil, satu bungkus plastik warna biru berisi 435 butir dan satu bungkus plastik hitam berisi 3.258 butir.

Dari pengakuan Romelan, pil tersebut diperoleh dari seseorang berinisial An. Harga per butirnya Rp650 dan dijual kembali Rp1.000. Dalam sehari, dia bisa menjual hingga seribu butir.

Sementara Hermanto menjelaskan Dextromethorphan termasuk dalam kategori obat keras dan sudah dilarang diperjualbelikan secara bebas sejak 2013 lalu. “Pil ini memang dijual di apotek, namun untuk membelinya harus berdasarkan resep dokter ,” ujarnya.

Dextromethorphan merupakan obat batuk, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan akan berefek halusinasi dan euforia. Efek itulah yang dimanfaatkan orang untuk mengonsumsi pil ini secara berlebihan. “Kami selalu rutin melakukan pengawasan di rumah sakit, toko obat dan apotek, tetapi di pedagang eceran kedepan kami akan razia juga,” katanya.

Dalam perkara ini, Romelan terancam penjara maksimal selama 15 tahun setelah polisi mengenakan pasal 197 UU RI no 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com