SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bangun Kawasan Kuliner di Sekitar Masjid Agung

  • Reporter:
  • Rabu, 6 Februari 2019 | 13:57
  • Dibaca : 199 kali
Bangun Kawasan Kuliner di Sekitar Masjid Agung
Masjid Raya Batam. Foto Teguh Prihatna.

BATAM KOTA – Pemko Batam akan melaksanakan revitalisasi Masjid Agung Batam Centre. Selain ada penambahan menara dan perubahan kubah masjid, Pemko Batam juga akan membangun kawasan kuliner di sekitar area masjid. Hal ini diharapkan dapat menambah pemasukan untuk biaya operasional Masjid Agung.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, kawasan kuliner dinilai perlu dibangun di sekitar masjid. Sehingga para jemaah yang selesai melakukan salat di masjid, tak perlu jauh-jauh lagi mencari tempat makan. Di sisi lain uang sewa untuk kuliner dapat menambah pemasukan masjid.

“Karena tidak semuanya bisa ditanggung APBD. Karena itu kami cari sumber pendapatan untuk membantu biaya operasional masjid. Salah satunya yakni dengan membangun kawasan kuliner ini,” kata Rudi, Selasa (5/2).

Ia menambahkan, jika masjid menggunakan AC (pendingin udara) central, operasionalnya sangat besar. Satu bulan tak cukup Rp200 juta. Itu sebabnya harus ada perputaran uang yang dapat membantu operasional. Karena terlalu besar jika harus mengandalkan anggaran dari APBD Kota Batam saja. Hanya saja Pemko belum bisa memastikan kapan rencana tersebut direalisasikan.

Sedangkan untuk revitalisasinya saat ini tahapan lelang design engineering design (DED) masih berjalan. Setelah itu baru akan dilanjutkan dengan pekerjaannya. Pemko menargetkan dalam dua tahun revitalisasi Masjid Agung Batam selesai. Selain memberikan rasa nyaman untuk beribadah diharapkan juga dapat menjadi destinasi wisata religi di Batam.

“Kami targetkan tahun 2020 selesai. Kami tidak akan mengubah total bentuk masjid yang sudah ada selama ini. Bentuk aslinya tetap sama, hanya ada beberapa tambahan saja,” katanya.

Seperti bentuk kubah masjid dari semula berbentuk kerucut, nantinya bakal diubah seperti bentuk kubah masjid pada umumnya. Kemudian ada penambahan menara, dari satu menara menjadi lima menara. Kemudian untuk tempat parkir kendaraan, akan dibuat parkir di bawah tanah (basement). Sehingga orang-orang yang akan beribadah ke masjid, tak kesulitan lagi mencari tempat parkir sampai ke luar masjid.

“Bahkan kadang sampai ada yang parkir di badan jalan. Apalagi ketika ada kegiatan besar di sana. Karena itu ke depan akan kami tata,” katanya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan, rencana pengerjaan secara keseluruhan membutuhkan biaya Rp172 milar. Revitalisasi Masjid Agung akan menggunakan skema pembayaran tahun jamak selama 3 tahun. Terdiri dari pekerjaan perbaikan bangunan lama, penambahan basement untuk parkir sekaligus penambahan area plaza masjid dan pembuatan koridor baru.

Kemudian, ada penambahan bangunan baru untuk keseimbangan sisi utara dan selatan. Tak hanya itu, ada penambahan menara setinggi 60 meter. Dari sebelumnya hanya ada satu menara, menjadi empat. Kemudian ada penambahan menara pandang setinggi 100 m dengan lift-nya.

“Tahun pertama (2019) sebesar 10 persen atau lebih kurang Rp 17,2 miliar. Kemudian tahun ke 2 dan ke 3 masing-masing sebesar 45 persen,” kata Suhar. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com