SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bangun Pelabuhan di Tanjungbalai, Panbil Group Investasi Rp1,5 Triliun

  • Reporter:
  • Jumat, 31 Maret 2017 | 10:24
  • Dibaca : 668 kali
Bangun Pelabuhan di Tanjungbalai, Panbil Group Investasi Rp1,5 Triliun
Bupati Karimun Aunur Rafiq menandatangani MoU pemindahan pelabuhan domestik dan internasional Kabupaten Karimun di rumah dinas Bupati, Kamis (30/3).abdul gani

KARIMUN – Rencana pemindahan pelabuhan domestik dan internasional Tanjungbalai Karimun ke Tanjungpenagak Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing disetujui Pelindo I Medan. Pembangunan pelabuhan dengan konsep kota baru tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.

Kesepakatan pemindahan pelabuhan ditandai dengan penandatanganan draf perjanjian kerjasama atau MoU antara Pemkab Karimun, PT Pelindo I Medan dengan anak perusahaan Panbil Group, yakni PT Arya Jaya Karimun di rumah dinas Bupati, Kamis (30/3).

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, MoU tersebut merupakan awal dari langkah untuk membangun terminal feri di kawasan baru. Selain itu juga untuk menumbuhkembangkan kota baru yang memang harus kita lakukan dalam rangka penataan Karimun masa mendatang. Dalam pembangunannya, kata rafiq, 30-40 persen akan dikembalikan kepada daerah dalam bentuk fasilitas umum.

“Saya menginginkan ada areal khusus wisata kuliner yang tertata dan terkelola dengan baik. Nanti ada space area yang baik dan menunjang mulai dari pembangunan terminal, hotel, apartemen dan banyak lagi,” ujar Rafiq.

Menurut dia, kondisi pelabuhan saat ini sudah tidak layak karena semakin sempit. Jumlah penumpang domestik setiap tahun mencapai 700 ribu atau rata-rata setiap hari sekitar 1.900-2.000 penumpang. Belum lagi pelabuhan internasional dalam setahun sektiar 292.000 penumpang, atau per harinya rata-rata 900 penumpang ke Singapura dan Malaysia.

Dengan kondisi itu, pemerintah berpikir untuk memindahkan pelabuhan domestik dan internasional ke lokasi lebih representatif. Dia juga meminta kepada perusahaan dalam hal ini owner Panbil Group, Jhon Kenedy dengan anak perusahaannya agar membangun beberapa fasilitas pendukung lainnya di pesisir Coastal Area.

“Kami juga meminta dibangun kolam renang berstandar internasional dan menghadap ke perairan Selat Malaka. Sehingga saat pra PON yang kebetulan digelar di Kepri dapat dijadikan venue cabang olahraga renang,” katanya.

Selain itu, kata dia, sungai-sungai di Coastal Area agar dapat terbuka, sehingga para nelayan tetap dapat masuk melalui kanal. “Jangan dibuat seperti Singapura tidak bisa sembarangan masuk, ya ditata dengan rapi saja,” pinta Rafiq.

Sementara Owner Panbil Group Jhon Kenedy mengatakan, selain pembangunan pelabuhan domestik dan internasional, kawasan Tanjungpenagak bakal dijadikan kota baru dengan berbagai fasilitas. Mulai dari pusat perbelanjaan, kolam renang di pinggir laut, masjid, kasawan terbuka hijau dan banyak lagi.

“Target kita sudah bisa mulai dikerjakan pertengahan tahun ini, tapi karena masih ada satu izin belum selesai dan masih kita tunggu. Pembangunan dikerjakan secara paralel, yakni membangun terminalnya dan melakukan reklamasi,” ujar Kenedy.

Pembangunan ditargetkan memakan waktu sekitar tiga hingga lima tahun. Sedangkan nama dari lokasi kota baru akan disayembarakan sehingga dapat dipatenkan oleh pemerintah daerah.

“Luas lahan yang baru digarap saat ini sekitar 15 hektare. Tapi total lahan yang kami butuhkan mencapai 90 hingga 100 hektare lebih,” terangnya.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Bisnis Pelindo I Medan, Syapyutra S, Asisten II Provinsi Kepri Syamsul Bahrum, para kepala FKPD Kabupaten Karimun.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com