SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Bangunan Kebun Raya Batam, Pemko Gandeng LIPI

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Mei 2017 | 13:29
  • Dibaca : 791 kali
Bangunan Kebun Raya Batam, Pemko Gandeng LIPI
Presiden Jokowi bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi. DOK SINDOBATAM

BATAM KOTA – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menandatangani kerja sama antara Pemko Batam dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/5). Kerjasama yang akan disaksikan langsung Presiden Joko Widodo ini untuk melanjutkan pembangunan Kebun Raya Batam (KRB) yang kini mangkrak di Nongsa.

Dia mengatakan, KRB yang ada saat ini sepenuhnya sudah dihibahkan ke Pemko Batam untuk lahan. Sehingga perlu adanya kerjasama agar pembangunan ini bisa dilanjutkan hingga selesai. “Untuk menggunkan itu, LIPI tidak boleh, maka ada MoU ini,” ujarnya di Kantor Wali Kota, Rabu (17/5)

Rudi belum mengetahui isi MoU yang akan diteken, namun dilaksanakan untuk melanjutkan pembangunan KRB. Dia berharap keberadaan KRB bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi. “Setidaknya segera dibangun. Batam banyak kebun, tapi bukan kebun raya,” katanya.

Penandatanganan kerja saman diharapkan menjadi angin segar bagi Batam untuk segera memilik KRB, Pemko masih menunggu arahan lebih lanjut tentang masa depan KRB dari Presiden Joko Widodo. “Besok (hari ini) kami dengarkan apa arahan Presiden,” kata Rudi.

Seperti diketahui, KRB yang dibangun di Keluarahan Sambau, Kecamatan Nongsa seluas 86 hektare saat ini tidak terawat walaupun jalan maupun bagunan sudah selesai. Proyek yang dimulai 2014 silam itu sudah menghabiskan Rp21 miliar lebih uang negara. Kebun Raya yang digadang bertaraf internasional di Indonesia ini, hanya terlihat gerbang menjulang, tak ada pagar pembatas lahan itu. Diketahui, pembangunan tersebut merupakan proyek dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum yang menggunakan APBN sebesar Rp400 miliar. Saat ini tak ada lanjutan proyek sejak adanya kasus hukum yang menjerat pejabat di Dinas Tata Kota (Distako) Batam, dua tahun lalu.

Kepala Bagian Humas Pemko Batam, Ariwinata mengatakan, KRB saat ini hanya dilakukan sebatas perawaan saja, bahkan pihaknya mengaku mengucurkan anggaran ratusan juta untuk melakukan perawatan, penanaman dan pembibitan. “Posisi kami hanya pendamping saja. Itu Proyek Kemeterian PU,” kata Ardi.

KRB sudah memiliki kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT). Pembangunan KRB ini diperkirakan memakan waktu selama 15 tahun. Namun sejak peresmian tiga tahun silam, dalam waktu lima tahun sudah dapat difungsikan. Sementara untuk pemagaran keliling KRB itu, menjadi tanggungjawab Pemprov Kepri sehinga pihaknya terus mengusulkan agar lahan itu segera dipagar untuk menghindari pembangunan rumah liar di lokasi itu. “Kami juga tetap mengusulkan ke kementerian dan provinsi agar kebun itu cepat terealisasi,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com