SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Banyak Peminat, BKN Kembali Gelar Simulasi CAT

  • Reporter:
  • Senin, 13 Januari 2020 | 13:28
  • Dibaca : 88 kali
Banyak Peminat, BKN Kembali Gelar Simulasi CAT
Peserta CPNS Kota Batam mengikuti simulasi CAT di Gedung Bersama Pemko Batam, pekan lalu. f dok humas pemko batam

BATAMKOTA – Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) Batam-Kepri kembali menggelar simulasi ujian computer assisted test (CAT). Simulasi ujian CAT ini diperuntukkan bagi peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kepala UPT BKN Batam-Kepri, Delpa Nopri Kasmi mengatakan simulasi tersebut merupakan kali kedua digelar untuk seleksi kali ini.

“Simulasi CAT kali ini merupakan simulasi tambahan yang digelar UPT BKN Batam. Mengingat banyaknya permintaan dari calon peserta tes CPNS yang tidak bisa mengikuti simulasi pertama pada awal Desember lalu,” ujarnya di Kantor UPT BKN Batam di Batam Centre, Kamis (9/1).

Pada simulasi tambahan ini, UPT BKN Batam menyediakan kuota untuk 150 peserta. Pelaksanaan simulasi dibagi menjadi tiga sesi. Tiap sesi diisi 50 peserta.

Sedangkan pada Desember 2019 lalu, simulasi ini diikuti 800 peserta. Simulasi digelar selama 4 hari di tempat yang sama. “Simulasi ini gratis, tidak dipungut biaya,” kata dia.

Delpa mengatakan dengan simulasi ini calon peserta tes CPNS diharapkan mendapat gambaran utuh mengenai teknis pelaksanaan ujian. Simulasi dinilai perlu sebelum tes CPNS digelar pada Februari mendatang.

“Teknis pelaksanaan tesnya pun dibuat semirip mungkin. Mulai dari registrasi, waktu ujian, hingga jumlah soal yang diujikan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 150 peserta CPNS mengikuti simulasi Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama, Rabu (8/1). Kegiatan tersebut dibagi dalam tiga sesi. Untuk sesi pertama tidak ada satupun peserta yang lulus.

“Sebelumnya kami sudah menginformasikan rencana simulasi ini. Mulai dari laman resmi maupun sosial media BKN Batam,” kata Kepala UPT BKN Batam, Delpa Nopri Kasmi.

Ia mengatakan, simulasi CAT dilakukan atas permintaan calon peserta ujian yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan mengikuti simulasi pada gelaran yang dilakukan sebelumnya.

“Pada prosesnya, ada 150 kuota yang dibuka dalam sehari pelaksanaan simulasi ini. Sesi pertama simulasi pada pukul 08.00, semua peserta tidak ada yang lulus. Sementara untuk sesi kedua dan ketiga, dilakukan pada pukul 13.00 dan 15.00,” katanya.

Meskipun di sesi pertama tidak ada yang lulus, namun itu diakui bukan tujuan simulasi. Namun, simulasi itu dinilai, penting diikuti pendaftar, terutama yang statusnya fresh graduate. “Sehingga ada pengalaman calon peserta ujian, sebelum mengikuti tes yang sesungguhnya,” katanya.

Delpa menjelaskan simulasi itu untuk mendorong kesiapan dan disiplin peserta. Simulasi awalnya hanya direncanakan satu sesi. Namun, karena masih ada yang belum mendapatkan jatah mengikuti simulasi. Hal ini disebabkan karena pada gelaran pertama, hanya sekitar 75 persen saja yang hadir.

“Harusnya mereka yang tidak ingin ikut simulasi tidak perlu mendaftar, tapi mereka ikut. Dari kuota 800, hanya datang 500 lebih. Padahal banyak yang mau ikut simulasi,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com