SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Barang Kedaluwarsa Dipajang di Etalase

Barang Kedaluwarsa Dipajang di Etalase
ilustrasi

NONGSA – Polsek Nongsa menggelar razia produk-produk kedaluarsa dan memeriksa sejumlah toko dan supermarket di wilayah Nongsa, Jumat (16/6). Hasil pemeriksaan, polisi menemukan banyak produk makanan kedaluarsa yang masih dijual pemilik toko.

Salah satunya dengan mengamankan sejumlah produk makanan tak layak konsumsi dari Toko Arafah di Kaveling Punggur, dimana barang tersebut tetap dipajang di etalase penjualan barang.

Kapolsek Nongsa Kompol Muhammad Chaidir, operasi barang kedaluarsa dilaksanakan berdasarkan arahan Kapolresta Barelang untuk mengantisipasi barang kedaluarsa beredar di sejumlah toko, terutama saat Ramadan dan jelang Lebaran Idul Fitri. “Semua toko yang ada di wilayah Nongsa kami datangi dan diperiksa satu per satu,” ujarnya, Minggu (18/6).

Pantauan KORAN SINDO BATAM, selama operasi barang kedaluarsa di beberapa tempat, ada beberapa tempat yang telah diperiksa oleh BPOM dan Polda Kepri. Namun, saat masuk ke Toko Arafah yang berada di Kaveling Punggur banyak ditemukan makanan, bumbu dan pembalut yang sudah habis masa berlakunya. Setelah didata, barang yang telah kedaluarsa 12 bungkus permen merek serbuk berkarbonasi merek Frenta yang kedaluarsi sejak 17 Juni. Kemudian, 34 bungkus bumbu masakan merek Indofood yang habis sejak 3 Juni. Satu bungkus biskuit merek Go Milk rasa coklat yang habis masa berlaku sejak 30 Juni dan 20 bungkus pembalut wanita merek Charm yang kedaluarsa sejak 27 Januari 2016.

Penanggung jawab toko, Fadal (32) tampak pucat setelah anggota polisi mengamankan sejumlah barang tersebut. “Kalau masih dipajang di rak, berarti barang yang sudah kedaluarsa mau dijual,” kata Chaidir didampingi Kanit Reskrim Ipda Akmal.

Menurut dia, dengan penemuan sejumlah barang yang sudah kedaluarsa itu, diduga pemilik atau pengelola toko ada niat untuk menjual barang sudah kedaluarsa. “Dalam aturannya, tiga bulan sebelum masa berlaku habis. Barang itu harus ditarik dari peredaran,” ujarnya.

Saat ini, sambungnya, barang yang sudah kedaluarda diamankan ke Polsek Nonggsa untuk kepentingan penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa pemilik toko, Abas. Jika terbukti bersalah, pemilik toko dan barang akan dijerat UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Chaidir mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat berbelanja, seperti melihat dulu kondisi serta keamanan barang yang akan dikonsumsi. “Jika terbukti ada kesengajaan, maka pemilik terancam kurungan penjara lima tahun atau denda Rp2 miliar,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus mengawasi peredaran bingkisan lebaran atau parsel jelang Hari Raya Idul Fitri. “Tim kami bentuk khusus untuk mengawasi parsel, mulai dari peredaran sampai ketentuan pemakaiannya,” ujarnya di Batam Centre.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Tim Satgas Pangan Kepri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri dalam melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan. Pengawasan dilakukan terhadap peredaran bahan pokok dan pengawasan makanan serta minuman saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri ini. “Tim sedang turun dan koordinasi dengan pihak yang terkait lainnya. Nanti akan disampaikan hasilnya jika terjadi pelanggaran,” kata Zaref.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com