SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Baru Keluar Penjara, Kembali Edarkan Narkoba

  • Reporter:
  • Selasa, 27 November 2018 | 09:39
  • Dibaca : 288 kali
Baru Keluar Penjara, Kembali Edarkan Narkoba
Petugas menggiring dua RY (23) dan HY (20) ke sel tahanan usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Tanjungpinang, Senin (26/11). /M BUNGA ASHAB

PINANG – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tanjungpinang membekuk dua pengedar narkoba berinisial RY (23) dan HY (20), di depan gudang kosong Jalan Hangtuah, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang. Salah seorang di antaranya, HY, merupakan residivis kasus sama yang baru bebas dari penjara.

Kasatnarkoba Polres Tanjungpinang AKP R Moch Dwi Ramadhanto mengatakan, penangkapan kedua tersangka di Jalan Hangtuah, Jumat (23/11) dini hari. Dia menuturkan, penangkapan ini bermula saat petugas sedang mengincar tersangka RY dalam sepekan terakhir. Tersangka RY baru berhasil diringkus saat bertransaksi dengan HY.

“Model transaksinya cash and carry (barang dibayar terlebih dahulu sebelum dibawa). Mereka ini sudah saling kenal, bukan antara pembeli dan penjual. Mereka sama-sama pemain,” ujar Ramadhanto saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (26/11).

Dari hasil keterangan tersangka, kata Ramadhanto, transaksi kedua tersangka karena barang HY habis, sementara permintaan pelanggannya banyak sehingga membeli barang RY. Adapun barang bukti yang disita dari tangan kedua tersangka adalah satu paket sabu 2,90 gram, ung tunai Rp1.950.000 satu unit ponsel Nokia dan iPhone, satu timbangan digital.

“Kedua tersangka ini diduga sebagai pengedar, melihat adanya barang bukti timbangan digital,” ujar dia.

Ramadhanto menyampaikan, saat ini kedua tersangka sudah ditahan di sel tahanan Mapolres Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, kedua tersangka tampak masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyedik Satresnarkoha Polres Tanjungpinang. Dia menegaskan pihaknya saat ini masih mendalami kasusnya. Petugas terus berupaya mengungkap siapa pemasok barang haram itu ke Tanjungpinang.

“Untuk saat ini masih dikembangkan dulu. Kita masih selidiki asal barang dan bandarnya,” ujar Ramadhanto.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UUDRI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun dan minimal 6 tahun penjara. “Mereka terancam hukuman seumur hidup dan minimal 6 tahun penjara,” tutup Ramadhanto.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com